Prabowo Disebut Tahu Ijazah Jokowi Palsu, Peran Menko Pratikno dan Wamensesneg Juri Ardiantoro Disorot!

DEMOCRAZY.ID – Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, yang saat ini berstatus tersangka, kembali menyampaikan sejumlah dugaan dan pertanyaan terkait isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi.

Rizal menyinggung pernyataan yang diklaimnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menerima sejumlah purnawirawan dan tokoh di Kertanegara.

Dikatakan Rizal, pernyataan tersebut dinilainya menimbulkan pertanyaan lebih jauh mengenai sumber informasi yang dimiliki Presiden Prabowo Subianto terkait polemik ijazah Jokowi.

Pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Penguat Dugaan

Rizal mengatakan bahwa Mensesneg Prasetyo Hadi pernah memastikan bahwa ijazah Jokowi palsu.

“Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan bahwa ijazah Jokowi adalah palsu,” ujar Rizal, Selasa (18/8/2026).

Lanjut Rizal, pernyataan tersebut disampaikan ketika Prasetyo Hadi menerima Laksamana Pertama (Purn) Moeryono Aladin, Mayor Jenderal (Purn) Soenarko, Kolonel (Purn) Sri Rajasa Chandra, dan Eddy Mulyadi di Kertanegara.

Pertemuan itu, kata Rizal, berkaitan dengan permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo yang sebelumnya disampaikan melalui Mensesneg.

“Saat keempatnya mengingatkan surat permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo yang disampaikan melalui Mensesneg,” ucapnya.

Hanya saja, klaim mengenai isi pernyataan Mensesneg tersebut belum diklarifikasi langsung. Hanya masih sebatas pengakuan.

Rizal Pertanyakan Sumber Informasi Prabowo

Rizal kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan posisi Presiden Prabowo Subianto.

Ia mempertanyakan dari mana Presiden memperoleh informasi mengenai status ijazah Jokowi yang menurutnya disebut palsu.

“Dari siapakah Prabowo tahu bahwa ijazah Jokowi itu palsu? Hingga kini semua orang yang dekat dengan Prabowo masih tutup mulut,” tukasnya.

Rizal menekankan bahwa pertanyaan tersebut penting karena menyangkut sumber informasi yang digunakan pemerintah dalam menyikapi polemik ijazah Jokowi.

“Entah karena takut atau khawatir akan menimbulkan masalah pada dirinya yang berkepanjangan. Sebaliknya, publik terus berupaya untuk dapat mengetahui keterlibatan para pejabat dalam skandal besar kejahatan Jokowi tersebut,” jelasnya.

Sentil Pratikno dan Juri Ardiantoro

Dosa Besar Jokowi-Pratikno Terbongkar! Pakar UI Sebut Duet Maut Ini Sukses Hancurkan Marwah Kampus Demi Bungkam Kritik

Tidak berhenti di situ, Rizal kemudian menyebut dua nama pejabat yang menurutnya berpotensi mengetahui informasi terkait polemik tersebut.

Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.

“Dua pejabat tinggi yang potensial memberi tahu Prabowo mengenai ijazah palsu Jokowi dan diduga kuat terlibat dalam prosesnya yaitu Menko PMK Pratikno dan Wamensesneg Juri Ardiantoro,” timpalnya.

Bukan tanpa alasan, Rizal curiga pada rekam jejak kedua pejabat tersebut yang pernah berada di lingkungan pemerintahan Jokowi.

“Kedua orang yang kini menjadi pembantu Presiden itu akan sulit berbohong jika Prabowo bertanya kepadanya. Keduanya adakah orang dekat Jokowi dan memiliki jabatan strategis saat Jokowi menjadi Presiden,” imbuhnya.

Rizal kemudian mengulas posisi Pratikno selama pemerintahan Jokowi.

“Sepanjang dua periode jabatan Jokowi, Pratikno menjadi pengendali pemerintahan sebagai Mensesneg. Orang terdekat Presiden Jokowi ini pemegang rahasianya,” Rizal menuturkan.

“Sejak menjadi Walikota Surakarta Pratikno merupakan penasehat intelektual Jokowi,” tambahnya.

Rizal bahkan menyebut adanya tudingan dari seseorang yang disebutnya sebagai mantan orang dekat Jokowi.

“Menurut mantan orang dekat Jokowi yaitu Prof. Dr. Yudhie Haryono, Pratikno adalah aktor tunggal pemalsuan ijazah Jokowi,” terangnya.

Juri Ardiantoro Juga Tidak Luput dari Tudingan Rizal

Selain Pratikno, Rizal menyinggung Wamensesneg Juri Ardiantoro.

Rizal menegaskan bahwa Juri memiliki pengalaman di bidang kepemiluan dan pernah berada dalam posisi strategis ketika Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Mantan Ketua KPU menggantikan Husni Malik dan Ketua KPUD DKI saat Jokowi mendaftar Gubernur DKI tahun 2012 ini sangat tahu seluk beluk rekayasa dokumen pendaftaran dan pengamanannya,” bebernya.

Rizal kemudian menyebut Juri sebagai salah satu pihak yang menurutnya berpotensi mengetahui informasi mengenai dokumen Jokowi.

“Juri Ardiantoro adalah informan A1 tentang ijazah Jokowi bagi Presiden Prabowo. Juri tercatat menjadi Timses pemenangan Jokowi-Ma’ruf sekaligus Prabowo-Gibran,” tandasnya.

Lebih jauh, Rizal kembali menegaskan dugaannya mengenai Pratikno dan Juri.

“Patut diduga dua Menteri Prabowo ini adalah sumber informasi tervalid bagi Prabowo tentang status ijazah Jokowi yang palsu itu,” imbuhnya.

Rizal bahkan mempertanyakan lebih jauh mengenai dugaan proses pembuatan atau pemalsuan dokumen tersebut.

“Pembuatan atau pemalsuannya? Dimana lagi kalau bukan di Pasar Pramuka,” kuncinya.

Hingga berita ini diturunkan, nama-nama yang disebut Rizal Fadillah dalam komentarnya belum memberikan klarifikasi.

Artikel terkait lainnya