Kritik Telak Pengamat: Kabinet Prabowo Diisi Menteri Penakut Yang Cuma Bisa Diam Disemprot Rakyat, Lemah!

DEMOCRAZY.IDPakar hukum tata negara, Mahfud MD menilai mayoritas menteri di kabinet Merah Putih adalah orang-orang penakut. Mereka bahkan tak bergeming ketika dikritik masyarakat.

Parahnya lagi rata-rata menteri tersebut sama sekali tidak menjelaskan programnya bahkan visi misi mereka saja tak diketahui secara jelas oleh masyarakat.

“Menurut saya para menterinya tuh agak-agak lemah ya sekarang ini. Tidak menjelaskan ke publik programnya apa. Kalau dikritik enggak menjawab, lalu dilempar ke presiden sendiri kan,” kata Mahfud saat berbincang dengan Feri Amsari di kanal YouTube Mahfud MD Official dilansir Senin (3/8/2026).

Mental lembah para menteri itu kata Mahfud bikin kritik publik tidak sampai kepada kepala negara, imbasnya segala persoalan yang dirasakan masyarakat justru menemukan jalan buntu.

Tak ada solusi dari pemerintah sebab kritik yang disampaikan tidak pernah diutarakan ke Prabowo

“Semua kritik itu mental, karena menterinya tidak berani. Sementara tidak sampai ke presiden kayaknya. Enggak pernah sampai,” imbuhnya.

Karenanya, Mahfud mengaku sangat mendukung pembentukan Kabinet Bayangan yang diinisiasi oleh Feri Amsari dkk.

Menurutnya ini menjadi wadah yang bagus untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

“Nah oleh sebab itu, kalau dibentuk kayak gini (kabinet bayangan) sebagai improvisasi dalam gerakan politik, menurut saya enggak apa-apa, untuk menunjukkan ini loh kalau jadi Menteri Sekretaris Negara misalnya,” jelasnya.

Kehadiran kabinet bayangan kata Mahfud memang sangat diperlukan ketika rakyat sudah sukar mengontrol pemerintah, kehadiran kabinet bayang itu bisa menjadi penyeimbang pemerintah, bahkan bisa menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Kalau di negara parlementer itu akan menyebabkan pemerintahan jatuh loh,” ungkapnya.

Mahfud menegaskan, kabinet bayangan adalah hal lazim di negara parlementer, keberadaan mereka tak bisa dipandang remeh.

Ia kemudian mencontohkan kabinet bayangan yang pernah digagas di Inggris.

“Jadi ada menteri di Inggris, seorang perempuan, yang ketika bilang hati-hati makan telur ayam di daerah selatan Inggris karena ada kuman yang berhubungan dengan makanan di sana. Loh diprotes oleh seluruh penduduk. Kamu menghancurkan petani ayam. Mundur dia, dan itu sering sekali terjadi,” ujarnya.

Mahfud berharap Kabinet Bayangan di Indonesia dapat menjalankan fungsi serupa, yakni memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah.

“Nah ini kita berharap kayak begini. Kritik konstruktif, berbasis data, fakta lapangan, ditunjukkan ke publik,” katanya.

Meski demikian, Mahfud mengakui konsep Kabinet Bayangan lebih lazim diterapkan di negara dengan sistem parlementer.

Namun, menurutnya, penerapan konsep tersebut di negara yang menganut sistem presidensial juga tidak bertentangan dengan konstitusi.

“Ya, di situ saya kira satu ide yang bagus. Meskipun secara konstitusional itu tidak dikenal, tapi juga tidak dilarang. Kita kan berjuang melakukan apa pun,” pungkas Mahfud.

Artikel terkait lainnya