Pisah Jalan? Jokowi Sang Mertua Pimpin PSI, Bobby Nasution Lebih Pilih Gerindra!

DEMOCRAZY.ID – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution secara terbuka menegaskan komitmen politiknya untuk bertahan dan tak akan pernah berpindah partai lagi usai resmi berjaket Partai Gerindra.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bobby saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan kader dalam acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (3/10/2026).

Di atas podium, menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini mulanya berujar bahwa dirinya sejatinya merasa lebih pantas berada di barisan peserta diklat ketimbang di podium pimpinan, mengingat statusnya yang masih terhitung sebagai kader baru di partai besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Sejujurnya, seharusnya saya bersama-sama berada bersama kalian, di barisan kalian. Karena saya juga baru masuk Partai Gerindra,” ungkap Bobby mendeskripsikan posisi politiknya di panggung diklat.

Mantan Wali Kota Medan ini kemudian mengenang kembali dinamika perjalanan politiknya yang sempat diwarnai pemecatan oleh partai lamanya, PDI Perjuangan (PDIP).

Pemecatan melalui surat DPC PDIP Medan bernomor 217/IN/DPC-29.B-26.B/XI/2023 itu diterimanya akibat perbedaan arah dukungan pada Pilpres 2024, di mana Bobby memilih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Bobby mengaku sempat mengalami masa-masa gelisah usai diberhentikan, sebelum akhirnya Partai Gerindra menyambut keberadaannya dengan tangan terbuka.

Ketenangan yang diperolehnya di rumah politik baru tersebut memantapkan niatnya untuk menyudahi pualang-paling kepindahan partai dalam karier politiknya ke depan.

“Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan. Namun yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya. Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra,” tegas Bobby yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Bobby menilai Gerindra merupakan wadah yang paling tepat dan pantas untuk meniti perjuangan memajukan bangsa serta mengawal keberlanjutan program-program strategis pemerintah pusat di daerah.

“Gerindra adalah rumah yang pantas dan tepat untuk kita mencapai cita-cita Bangsa Indonesia. Gerindra bukan partai tanpa perjuangan dan bukan partai yang tiba-tiba jadi pemenang. Kita semua termasuk saya, mari kita torehkan nama kita untuk membesarkan nama Gerindra minimal di Sumut,” ajaknya.

Guna menyelaraskan eksekusi program pembangunan nasional, Bobby mendorong DPD Gerindra Sumut mengonsolidasikan seluruh kepala daerah usungan Gerindra setidaknya sebulan sekali.

“Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden. Program-program Pak Presiden sangat berdampak kepada masyarakat bawah yaitu untuk menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Pernyataan “cukup sekali pindah partai” dari Bobby Nasution ini sekaligus menjawab tuntas spekulasi arah garis politik keluarganya.

Sebelum resmi berseragam Garuda Emas Gerindra, Bobby yang baru didepak dari PDIP sempat berulang kali diisukan merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—partai yang kini dipimpin adik iparnya, Kaesang Pangarep, serta menjadi naungan politik sang mertua, Jokowi.

Memori kelakar Bobby pada akhir 2023 lalu di Bandara Kualanamu sempat memotret kepiawaian PSI dalam membujuknya.

“PSI selalu merayu di mana-mana ini ha-ha-ha,” seloroh Bobby kala itu saat merespons isu ajakan bergabung dari PSI usai menerima surat keterangan tidak lagi memenuhi syarat anggota dari PDIP.

Kendati PSI pada akhirnya resmi mengusung dan menyerahkan rekomendasi Dukungan Pilgub Sumut 2024 langsung melalui Kaesang Pangarep di Medan pada Agustus 2024, Bobby memilih untuk tidak mengikuti jejak mertuanya berlabuh ke PSI.

Pilihan politik Bobby sudah bulat berlabuh sebagai kader tulen Partai Gerindra.

Artikel terkait lainnya