DEMOCRAZY.ID — Misteri di balik pusaran kontroversi ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali diseret ke permukaan oleh pakar telematika Roy Suryo.
Dalam program Interupsi di iNews TV, Kamis (10/9/2026), Roy melemparkan pengakuan mengejutkan ihwal rencana pembongkaran lapak cetak dokumen yang selama ini disinyalir menjadi titik simpul pembuatan barang sengketa tersebut.
Roy melayangkan kritik pedas terhadap jajaran kepolisian yang dinilainya setengah hati dalam mengusut tuntas asal-usul dokumen akademik yang dipersoalkan.
Ia secara khusus menyoroti keterlibatan Pasar Pramuka, Jakarta, sebagai salah satu lokasi vital yang luput dari investigasi mendalam aparat penegak hukum.
Sebagai petunjuk, Roy mendesak agar polisi membuka kembali berkas lama dan memeriksa delapan orang yang sempat tersandung kasus hukum akibat insiden kebakaran di kawasan sentra perdagangan tersebut pada masa lalu.
“Soal Pasar Pramuka ini penting. Kalau saja aparat kepolisian tuh mau objektif, periksa Pasar Pramuka. Hadirkan kembali delapan tersangka yang dulu ketika terlibat misalnya ketika kasus kebakaran,” ujar Roy, dikutip Jumat (11/9/2026).
Tak hanya berhenti pada delapan nama eks tersangka kebakaran, Roy turut menyeret sosok misterius berinisial “P” yang disematkan gelar profesor, lengkap dengan jaringan anak buahnya, untuk turut diseret ke meja pemeriksaan.
Ia mengeklaim bahwa rute investigasi ini sejalan dengan temuan riset mendalam yang pernah dikuliti oleh mantan pejabat intelijen, Sri Radjasa Chandra.
“Periksa itu orang yang namanya Profesor P itu. Periksa itu eh apa, anak buahnya di situ. Karena penelitian dari eh seorang intelijen, mantan intelijen ya, Pak Sri Radjasa Chandra itu udah detail banget,” ungkapnya.
Serangan paling krusial yang dilontarkan Roy adalah klaim kepemilikan saksi kunci.
Ia sesumbar bahwa di persidangan mendatang, pihaknya tidak hanya sekadar berdebat di atas kertas, melainkan siap menghadirkan langsung pihak yang diyakini mengetahui persis proses pencetakan dokumen yang dipermasalahkan.
Menurut Roy, lapak-lapak percetakan di Pasar Pramuka menyimpan rekam jejak peristiwa yang nyata, termasuk keterlibatan jaringan yang pernah dikejar aparat.
“Pasar Pramuka kayak gitu tidak dibongkar lagi fakta-faktanya, tidak dibongkar lagi peristiwanya. Jelas ada kiosnya, kan kiosnya siapa, yang itu kemudian mengaku membuat tujuh orang itu sudah dikejar, dan salah satu orang dari tujuh itu insyaallah nanti akan hadir di saksi,” tandas Roy membakar teka-teki persidangan yang kian panas.
[FULL VIDEO]