Cendekiawan NU Pertanyakan Peran Wapres Gibran di Tengah Banyaknya Masalah Negeri: Sekarang Sedang Apa Dia?

DEMOCRAZY.ID –  Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, blak-blakan bicara mengenai sejumlah persoalan yang menurutnya tengah dihadapi Indonesia.

Gus Hilmi mengatakan bahwa pemerintah perlu lebih cermat dalam menentukan skala prioritas, terutama ketika berbagai persoalan dan bencana terjadi di sejumlah daerah.

Ia kemudian menyinggung sejumlah program pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hingga kebijakan perjalanan dinas ke luar negeri.

Gus Hilmi Pertanyakan Skala Prioritas Pejabat

Dijelaskan Gus Hilmi, masalah terbesar para pejabat negeri ini adalah menentukan skala prioritas.

Menurutnya, pemerintah semestinya lebih mengutamakan penanganan persoalan yang menyangkut kondisi masyarakat di tengah berbagai bencana yang terjadi.

“Ada bencana di mana-mana, malah MBG yang dibicarakan di depan para korban,” ujar Gus Hilmi, Kamis (3/9/2026).

Sesalkan Penanganan Kebakaran Hutan

Selain bencana, Gus Hilmi juga menaruh perhatiannya pada persoalan kebakaran hutan yang menurutnya masih kerap terjadi.

Ia mempertanyakan langkah pemerintah dalam menyiapkan sarana pemadaman kebakaran hutan, khususnya pesawat amfibi.

“Ada kebakaran hutan yang sering terjadi, tidak ada niatan untuk membeli pesawat-pesawat amfibi pemadam kebakaran, padahal MBG libur 2 hari bisa dapat 5 pesawat,” tukasnya.

Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) juga masuk dalam sentilan Gus Hilmi.

Ia mempertanyakan kelanjutan pembangunan tersebut karena menurutnya masih terdapat banyak Kopdes yang belum beroperasi meski anggaran dalam jumlah besar telah dikeluarkan.

“Belum lagi pembangunan Kopdes yang terus berjalan dan sampai saat inipun masih banyak yang belum beroperasi, sedangkan triliunan uang rakyat sdh digelontorkan,” tegasnya.

Minta Perjalanan ke Luar Negeri Dihentikan Sementara

Gus Hilmi juga meminta pemerintah untuk sementara mengurangi perjalanan ke luar negeri.

Menurutnya, agenda diplomasi maupun urusan luar negeri dapat tetap dijalankan dengan mengutus pejabat setingkat menteri.

“Satu lagi, tolong hentikan dulu jalan-jalan ke LNnya, cukup kirim utusan setingkat menteri,” timpalnya.

Lebih jauh, Gus Hilmi meminta Presiden untuk lebih fokus menangani berbagai persoalan di dalam negeri.

Ia juga menyinggung keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menurutnya belum terlihat jelas aktivitasnya dalam penanganan persoalan tersebut.

“Presiden fokus saja penanganan masalah dalam negeri karena Wapresnya pun saya bingung sekarang sedang apa?,” tandasnya.

Artikel terkait lainnya