

DEMOCRAZY.ID – Guru Besar sekaligus pakar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro, menyampaikan pesan terbuka kepada Jokowi agar memberikan klarifikasi kepada publik dan tidak membiarkan polemik terus bergulir.
Dikatakan Koentjoro, penjelasan yang disampaikan secara terbuka akan lebih baik dibanding membiarkan masyarakat terus dibayangi berbagai spekulasi.
Prof Koentjoro Minta Jokowi Kembali ke Jalan yang Lurus
Blak-blakan, Koentjoro mengaku sejak awal kritik yang disampaikan kepada Jokowi lahir ketika yang bersangkutan masih menjabat sebagai Presiden RI.
Ia berharap mantan kepala negara itu kembali berpegang pada kejujuran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kepada Pak Jokowi dan kawan-kawan yang kami sampaikan adalah agar kembali kepada jalan yang lurus, Pak. Jangan banyak berbohong,” ujar Koentjoro, Selasa (28/7/2026).
Baginya, seorang presiden memiliki tanggung jawab konstitusional yang besar, termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Koentjoro menekankan bahwa kritik yang selama ini disampaikan tidak terlepas dari posisinya sebagai warga negara yang melihat pentingnya keteladanan seorang pemimpin.
Ia mengingatkan bahwa tugas seorang presiden bukan hanya menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga memberikan pendidikan politik dan moral kepada masyarakat.
“Jadi, kami dulu memprotes Bapak karena Bapak sebagai Presiden. Presiden itu salah satu tugasnya di dalam pembukaan UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tukasnya.
Namun, ia menilai terdapat berbagai hal yang menurut pandangannya justru bertolak belakang dengan amanat tersebut.
“Tetapi banyak Bapak, banyak berbohong di sana,” lanjutnya.
Koentjoro berharap polemik yang berkembang dapat disudahi melalui penjelasan yang jelas kepada publik.
Kata dia, memberikan klarifikasi merupakan langkah yang lebih baik daripada membiarkan isu terus berkembang tanpa kepastian.
“Karena itulah maka saya berkeinginan agar jangan berbohong, jangan membohongi rakyat yang berlalu setelah berlalu,” jelasnya.
Ia meyakini, apabila Jokowi bersedia memberikan penjelasan secara terbuka terkait ijazahnya, hal itu akan berdampak positif bagi masyarakat.
“Tapi kalau Bapak bisa melakukan satu klarifikasi, akan jauh lebih baik dan akan menyenangkan masyarakat,” kuncinya.
Hingga kini, polemik mengenai dugaan ijazah Jokowi masih menjadi perhatian publik dan telah memunculkan beragam pandangan.