

DEMOCRAZY.ID – Akademisi dan pakar hukum tata negara, Feri Amsari, bersama sejumlah aktivis demokrasi mendeklarasikan pembentukan Kabinet Bayangan Indonesia sebagai lembaga independen yang bertugas mengawasi dan menyeimbangkan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Deklarasi Kabinet Bayangan yang digelar di Jakarta pada 27 Juli 2026 itu melibatkan 15 tokoh dari berbagai bidang, mulai dari akademisi, ekonom, peneliti, hingga aktivis masyarakat sipil.
Mereka akan memantau kinerja Kabinet Merah Putih dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada publik.
“Pembentukan Kabinet Bayangan ini sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Kami akan pantau semua kinerja mereka dan melaporkannya ke publik,” kata Feri Amsari saat deklarasi.
Feri menjelaskan, satu anggota Kabinet Bayangan dapat mengawasi enam hingga tujuh kementerian sekaligus.
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa sebuah kabinet dapat dibentuk secara lebih ramping tanpa harus melibatkan terlalu banyak menteri.
Koalisi masyarakat sipil yang dipanitiai Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia menegaskan bahwa Kabinet Bayangan bukanlah tandingan pemerintah.
Mereka menyebut kabinet tersebut dibentuk untuk menjalankan fungsi check and balances serta menyusun alternatif kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Setiap “menteri” Kabinet Bayangan akan menjadi mitra pengawas langsung bagi kementerian terkait di Kabinet Merah Putih.
Pembentukan Kabinet Bayangan disebut lahir dari keprihatinan sejumlah pegiat demokrasi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.
Dalam jangka pendek, Kabinet Bayangan menargetkan diri sebagai pengisi kekosongan oposisi substantif sekaligus menjadi rujukan media dalam mengkritisi kebijakan pemerintah.
Sementara dalam jangka menengah, kelompok ini ingin membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.
Kabinet Bayangan juga menetapkan lima metode pengawasan utama, yakni:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi:
Mengawasi: