Eks Stafsus Sri Mulyani Apresiasi Pemecatan Purbaya: Terima Kasih Presiden, Sudah Selamatkan Kemenkeu-Negara!

DEMOCRAZY.ID – Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle di Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara.

Prastowo menyebut langkah Presiden Prabowo tersebut sebagai upaya menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia.

“Terima kasih telah menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia, Pak Presiden,” tulis Prastowo di akun X pribadinya, Kamis (17/9).

Selain itu, Prastowo menyoroti persoalan restitusi atau pengembalian pajak yang disebutnya masih tertahan di era Purbaya.

Ia mengatakan terdapat ribuan wajib pajak yang restitusi mereka belum dikembalikan.

“Satu kelompok masyarakat yang mungkin sedikit lega dan punya harapan adalah ribuan wajib pajak yang restitusi (pengembalian pajak) mereka tertahan,” kata Prastowo.

Prastowo menilai penahanan restitusi tanpa alasan merupakan persoalan serius.

Sebab, menurut dia, restitusi merupakan hak wajib pajak yang telah diatur dalam undang-undang.

“Zolim sekali perintah menahan restitusi tanpa alasan ini, padahal ini hak wajib pajak sesuai UU. Restitusi ini darah segar bagi perusahaan agar bisnis bisa bertahan di situasi sulit ini,” ujarnya.

Menurut Prastowo, persoalan tersebut juga berdampak kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Ia menilai para pegawai pajak berada dalam posisi sulit ketika harus berhadapan langsung dengan wajib pajak terkait restitusi.

“Yang kasihan ya teman-teman Ditjen Pajak. Mesti berhadapan dengan wajib pajak, berpotensi melanggar UU, dan menanggung risiko dianggap tak profesional,” kata Prastowo.

Ia kemudian menyinggung pihak yang disebutnya memberikan perintah untuk menahan restitusi.

Menurut Prastowo, ketika perintah tersebut tidak diakui di ruang publik, pegawai di lapangan justru ikut menjadi korban.

“Kenapa? Ya karena yang memerintahkan menahan restitusi kalau di publik bilang tidak pernah memerintahkan itu. Akhirnya makan korban beberapa kepala kantor dinonjob padahal tak bersalah. Bumbunya: Anda mafia, koruptor….,” ujarnya.

Prastowo kemudian mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut.

Ia menilai ada pihak yang harus menanggung kerugian akibat situasi tersebut.

“Demi apa? Ya demi citra baik di publik. Sayang sekali mesti banyak korban tumbang dan dirugikan demi mengentertain ego yang kegedean,” tutur Prastowo.

Atas kondisi tersebut, Prastowo berharap adanya perbaikan di tubuh Kemenkeu setelah pergantian Menteri Keuangan.

“Semoga ada perbaikan demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya