HEBOH! Skandal Biksu Thailand: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh

DEMOCRAZY.ID – Seorang biksu senior Thailand ditangkap polisi atas dugaan penggelapan dana kuil senilai sekitar US$2,8 juta atau lebih dari Rp46 miliar.

Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah penyelidikan juga mengungkap dugaan hubungan seksual sang biksu dengan seorang perempuan yang disebut membantu menyembunyikan aliran dana.

Biksu tersebut adalah Phra Wachirayan, 66 tahun, mantan kepala biara Wat Phutthaisawan di Ayutthaya.

Ia ditangkap pada Kamis (10/9/2026) atas sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk penggelapan dan pencucian uang.

Polisi juga menangkap seorang perempuan berusia 47 tahun yang diduga membantu menyembunyikan dana penggelapan tersebut.

Keduanya kini menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat Thailand.

Kasus ini mencuat setelah polisi menerima laporan anonim pada pertengahan Juli.

Laporan tersebut menuduh Phra Wachirayan melakukan pelanggaran moral sekaligus menyalahgunakan dana milik kuil.

Penyidik kemudian menemukan dua aliran dana yang berkaitan dengan tanda terima donasi yang diterbitkan atas nama kuil.

Salah satunya merupakan sumbangan untuk renovasi kuil yang nilainya mencapai sekitar 89 juta baht atau sekitar US$2,69 juta.

Aliran dana lainnya mencapai sekitar 2,8 juta baht dan berasal dari pembayaran untuk jimat serta benda-benda sakral lainnya.

Namun, polisi menemukan bahwa dana dari kedua sumber tersebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.

“Namun uang dari kedua aliran tersebut tidak masuk ke rekening kuil—bahkan satu baht pun,” kata Pattanasak Bupphasuwan, penyidik utama sekaligus komandan Divisi Pemberantasan Kejahatan seperti dinukil dari AFP.

Penyelidikan juga membawa polisi pada sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Aparat menyita aset dengan nilai sekitar 215 juta baht, termasuk 16 kilogram emas batangan dan perhiasan serta 28 sertifikat kepemilikan tanah.

Polisi masih menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang sebenarnya merupakan aset kuil.

Penelusuran terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain juga terus dilakukan.

Skandal tersebut semakin mencuat setelah rekaman kamera pengawas yang diduga memperlihatkan Phra Wachirayan dan perempuan tersebut melakukan hubungan seksual di sebuah meja di kediaman sang biksu tersebar luas di media sosial.

Hubungan tersebut menjadi persoalan serius karena biksu Buddha di Thailand menjalani sumpah selibat dan juga meninggalkan kepemilikan materi sebagai bagian dari kehidupan keagamaan mereka.

Phra Wachirayan sebelumnya dikenal sebagai Luang Pho Atichot dan merupakan tokoh terkenal dalam pembuatan jimat.

Wat Phutthaisawan sendiri merupakan kuil kerajaan yang memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, dan anggota militer.

Namanya bahkan cukup dikenal di kalangan elite Thailand.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dilaporkan pernah mengenakan jimat hasil karya mantan kepala biara tersebut.

Tak lama setelah ditangkap, Phra Wachirayan dicopot dari statusnya sebagai biksu atau menjalani proses pelepasan jubah keagamaan.

Proses hukum terhadap dirinya dan pihak lain yang diduga terlibat masih berlangsung.

Komisioner Central Investigation Bureau, Nattasak Chaowanasai, mengatakan penyidikan akan diperluas untuk mengungkap pihak lain yang mungkin terlibat dalam perkara tersebut.

“Kami akan memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi orang lain yang terlibat dan memulihkan kepercayaan publik terhadap agama Buddha,” kata Nattasak.

Kasus ini menjadi skandal terbaru yang mengguncang kalangan biksu Thailand.

Tahun sebelumnya, polisi juga menangkap seorang perempuan yang dituduh memeras sedikitnya 11 biksu yang pernah berhubungan seksual dengannya dan meraup hampir US$12 juta dari dana sejumlah biara.

Artikel terkait lainnya