DEMOCRAZY.ID — Wacana kunjungan kerja ke berbagai daerah yang diagendakan oleh mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memicu perdebatan publik terkait transparansi dokumen pendidikan yang selama ini dipersoalkan.
Wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi sejumlah daerah kembali membuka ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan polemik terkait ijazahnya.
Salah satu daerah yang disebut masih memiliki pertanyaan mengenai dokumen pendidikan mantan presiden itu adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), Andreas Hugo Pareira, berharap politikus tersebut membawa serta menunjukkan dokumen pendidikannya ketika melakukan kunjungan atau blusukan langsung ke tengah-tengah masyarakat.
“Di NTT banyak orang yang bertanya, ‘Pak, benar tidak ijazahnya Pak Jokowi itu asli atau palsu?’ Sebetulnya Pak Jokowi kalau ke sana, tentu masyarakat bisa tanya sendiri langsung,” ujar Andreas.
Menurut Andreas, kunjungan mantan presiden itu ke daerah dapat menjadi kesempatan emas untuk menjawab pertanyaan tersebut secara transparan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada informasi atau perdebatan yang berkembang di ruang publik.
NTT sendiri diketahui menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam agenda awal kunjungan.
Selain itu, beberapa daerah lain seperti Lampung dan Sumatera Barat turut disebut sebagai tujuan dalam rangkaian safari politik tersebut.
Kehadiran secara langsung di hadapan publik dinilai sebagai momentum tepat untuk meredakan berbagai spekulasi.
Terlebih lagi, persoalan ijazah ini kini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, melainkan telah bergulir ke dalam proses hukum formal.
Sebelumnya, pihak Jokowi telah menyatakan kesiapannya untuk hadir apabila kembali dipanggil dalam persidangan terkait perkara tudingan ijazah palsu.
Dalam kesempatan tersebut, mantan kepala negara itu menegaskan kesediaannya untuk membawa seluruh dokumen pendidikan yang sah sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum.
“Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir membawa ijazah SD, SMP, SMA, dan yang S1 yang sekarang di Kejaksaan, semuanya akan kita tunjukkan,” tegas Jokowi.