Tak Main-Main! Deretan 9 Jaksa ‘Tim Khusus’ Tangani Febrie Adriansyah Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ada Mantan Petinggi KPK

DEMOCRAZY.IDKejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim khusus untuk mengusut kasus dugaan korupsi dalam penanganan tiga perkara besar yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Siapa Mereka Ini Daftar 9 Jaksa 'Algojo' Yang Ditunjuk Kejagung Untuk Habisi Kasus Febrie Adriansyah!

Profil 9 Jaksa ‘Tim Khusus’ Febrie Adriansyah

1. Agus Salim

Agus Salim saat ini menjabat sebagai Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

Ia dilantik pada Oktober 2025, dilansir laman resmi Kejaksaan.

Sebelumnya, Agus menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ia juga pernah menjabat sebagai Kajati Sulawesi Tengah (Sulteng) menggantikan Eben Ezer Simanjuntak.

Selain di Kejaksaan, Agus juga pernah bertugas sebagai jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama delapan tahun.

Dikutip dari Tribun-Timur.com, selama menjabat jaksa di KPK, Agus pernah menangani beberapa kasus penting, termasuk kasus wisma atlet.

Diketahui, Agus merupakan lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Berikut riwayat jabatan Agus:

  • Inspektur Keuangan II Jamwas Kejagung;
  • Kajati Sulsel;
  • Kajati Sulteng;
  • Jaksa KPK;
  • Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belopa, Luwu, Sulsel;
  • Asintel Kejati Lampung;
  • Kasubdit di Kejagung.

2. Muhibuddin

Muhibuddin saat ini menjabat sebagai Kajati Sumatera Utara (Sumut).

Ia baru menduduki jabatan ini pada April 2026 lalu, menggantikan Harli Siregar.

Muhibuddin yang merupakan jaksa senior, lahir pada 1968 di Medan, Sumut.

Berikut riwayat jabatan Muhibuddin:

  • Kajati Sumut;
  • Kajati Sumatera Barat (Sumbar);
  • Koordinator Bidang Pelacakan Aset dan Eksekusi di KPK;
  • Atase Hukum di KBRI Riyadh;
  • Kepala Penasihat Hukum di Pertamina;
  • Wakil Kajati Aceh;
  • Plt Kajati Aceh.

3. Chatarina Girsang

Chatarina Muliana Girsang atau Chatarina Girsang adalah lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) tahun 1995.

Dari UB, Chatarina melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YAI Jakarta dan mengambil program magister hukum di Universitas Padjadjaran (Unpad), dikutip dari BangkaPos.com.

Sementara itu, gelar doktor Chatarina diperolehnya dari Universitas Airlangga (Unair) pada 2019.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung.

Ia dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin pada April 2026, berbarengan dengan Muhibuddin.

Berikut riwayat jabatan Chatarina:

  • Staf Khusus Jaksa Agung;
  • Kepala Sub Seksi Ekonomi Moneter di Kejari Bekasi;
  • Jaksa KPK;
  • Kepala Bagian Perancangan Peraturan pada Biro Hukum KPK;
  • Kepala Biro Hukum KPK;
  • Kajari Bekasi;
  • Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Kebudayaan di Kemendikbudristek;
  • Inspektur Jenderal Kemendikbudristek;
  • Plt Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS);
  • Plt Rektor Universitas Negeri Manado (Unima);
  • Kajati Bali;
  • Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan BPA Kejagung.

4. Riyono

Riyono dilantik sebagai Inspektur Keuangan I pada Jamwas oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin pada April 2026, dikutip dari laman Kejaksaan.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kajati Gorontalo.

Di Kejagung, Riyono juga pernah menjadi Koordinator pada Jampidsus sampai akhirnya dimutasi ke Bangka Belitung sebagai Wakil Kajati Pangkal Pinang.

Berikut riwayat jabatan Riyono:

  • Inspektur Keuangan I pada Jamwas;
  • Kajati Gorontalo;
  • Koordinator pada Jampidsus;
  • Wakil Kajati Pangkal Pinang;
  • Kajati Bangka Belitung;
  • Asisten Pidana Khusus di Kejati Jawa Barat;
  • Jaksa di KPK.

5. Agus Sahat

Agus Sahat saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Ia dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin pada akhir April 2026, dikutip dari laman resmi Kejari Mojokerto.

Sebelum dilantik sebagai Sekretaris Jampidum, Agus pernah menduduki jabatan Kajati Jawa Timur.

Berikut riwayat jabatan Agus Sahat:

  • Sekretaris Jampidum;
  • Kajati Jawa Timur;
  • Kajati Kalimantan Tengah;
  • Direktur pada Jampidum;
  • Wakil Kajati DKI Jakarta;
  • Wakil Kajati NTT;
  • Koordinator pada Jampidsus;
  • Kajari Pontianak.

6. Irene Putri

Dikutip dari laman Kejati Jatim, Irene Putri menjabat sebagai Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) sejak November 2025.

Sebelum terjun ke instansi Adhyaksa, Irene dulunya bekerja di Perbankan.

Meski demikian, karier Irene sebagai jaksa telah malang melintang.

Ia pernah menjadi jaksa di KPK selama 10 tahun, dilansir TribunSumsel.com.

Berikut riwayat jabatan Irene Putri:

  • Direktur Pertimbangan Hukum pada Jamdatun;
  • Jaksa di KPK;
  • Deputi Bidang Penindakan KPK;
  • Koordinator Unit Kerja Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK;
  • Kejari Bengkulu;
  • Kepala Subdirektorat Pendampingan dan Audit Hukum pada Jamdatun;
  • Asdatun Kejati Jawa Timur;
  • Direktur pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

7. Renaldi Umar

Renaldi Umar baru saja dilantik sebagai Wakil Kajati Banten pada Mei 2026.

Sebelum dimutasi ke Banten, Renaldi pernah menjabat sebagai Kajari Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Selain itu, ia juga pernah mendapat penugasan luar negeri sebagai Atase Hukum pada KBRI Riyadh, Arab Saudi.

8. Zet Tadung Allo

Zet Tadung Allo saat ini menjabat sebagai Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil).

Ia memulai kariernya sebagai jaksa pada 1995, setelah lolos CPNS Kejaksaan.

Zet diketahui merupakan lulusan Fakultas Hukum Unhas.

Pada November 2025 lalu, ia meraih gelar doktor di bidang hukum dari kampusnya semasa S1 itu.

Dikutip dari laman Kejati NTT, Zet pernah menjabat sebagai Kajati NTT.

Ia juga pernah menjadi Wakil Kajati Sulsel.

9. Hari Wibowo

Hari Wibowo dilantik sebagai Direktur A pada Jampidum pada November 2025.

Sebelumnya, ia menduduki jabatan Wakil Kajati Jawa Timur.

Hari juga pernah menjabat sebagai Kajari Berau dan Asisten Pengawasan Kajati Sumbar.

Artikel terkait lainnya