DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menduga Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sengaja melempar isu percepatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD melalui akun YouTubenya Mahfud MD Official.
Dia menyebut Presiden ke-7 Jokowi diunguntungkan secara politik.
“Tapi secara politik, ini menguntungkan Pak Jokowi. Meskipun Budi Arie disalahkan, itu tetap aja Pak Jokowi yang diuntungkan,” kata Mahfud.
Di sisi lain, menurutnya Budi Arie juga tidak akan dijerat hukum.
Selain karena faktor Jokowi, juga karena tak ada yang dilanggar.
“Karena nama Pak Jokowi itu harus beredar dari sisi itu, bagus menurut saya. Orang berhitung lagi. Budi Arie gak akan dihukum,” ujarnya.
Berangkat dari situ, menurutnya pernyataan Budi Arie memang sengaja dibocorkan ke publik.
Lalu PSI menanggapi seolah marah.
“Malah menurut saya itu disengaja, dilempar aja kan Anda tidak akan diapa-apakan. Lalu sudah diatur agar PSI maraihi dia. Gitu kan tambah tertekan,” imbuhnya.
“Kan PSI harus Budi arie tidak boleh bawa-bawa ini gitu. PSI mungkin benar mengatakan, tapi ada yang ngatur itu. Biar PSI marah pada dia kan tidak akan diapa-apakan oleh hukum,” sambung Mahfud.
Itulah kenapa, menurutnya pernyataan klarifikasi dari pihak Budi Arie dua kali muncul.
“Makanya Budi Arie kan muncul, pertama minta maaf. Lalu tadi saya lihat ladi, menyampaikan analisis. Memang mungkin kan ada percepatan gitu. Itu diatur saja,” ungkapnya.
Bagi Mahfud, semua itu kecerdikan dari Jokowi.
“Ini menurut saya kecerdikannya kalau mau dianggap Pak Jokowi itu mengetahui, bahkan menyuruh ini, itu kecerdikan menurut saya,” ujarnya.
Di sisi lain, menurutnya, semua itu ada hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena, selama ini, selama era pemerintahan Pak Prabowo itu sejak tahun 2024, sampai 2026 Pak Jokowi bulan-bulanan kan. Pak Prabowo nampaknya nikmat dengan itu, sekarang berbalik. Serangannya menuju Prabowo,” paparnya.
“Sehingga menurut saya ini kalau bukan permainan politik, tapi dampak politiknya seperti itu,” sambungnya.
Pada intinya, pernyataan Budi Arie yang menuai kontroversi itu, menurutnya makin membuat PSI dan Jokowi terkenal.
“Tidak akan mengancam Budi Arie secara hukum, dan juga PSI akan makin terkenal, Pak Jokowi makin terkenal juga,” pungkasnya.
Dari sisi hukum, Mahfud menyebut Budi Arie tak bisa dijerat karena pernyataannya terkait potensi Pemilu 2029 dpercepat.
“Dari sudut hukum, Budi arie mengatakan itu tuh ngak apa-apa. Tidak melanggar hukum,” kata Mahfud.
Pernyataan Budi Arie tersebut, menurutnya serupa dengan ungkapan Saiful Mujani yang kontroversi. Sempat dituding makar.
“Sama dengan ketika Saiful Mujani, Islah, dan Feri itu kita turunkan presiden tanpa melalui impeachment. Itu tidak melanggar hukum,” terangnya.
Karenanya, Mahfud menilai tak ada risiko yang dihadapi Budi Arie saat mengungkapkan hal tersebut.
“Budi Arie mengatakan bagaimana jika terjadi percepatan Pemilu, itu tidak melanggar hukum. Jadi menurut saya tidak ada risiko apapun bagi Budi Arie,” jelasnya.