Prabowo Disebut Sudah Kantongi Izin Jokowi, Pratikno dan Listyo Sigit Siap Diganti?

DEMOCRAZY.ID — Pengamat politik Selamat Ginting melontarkan analisis terkait dinamika di balik wacana perombakan kabinet atau reshuffle dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ginting memprediksi adanya komunikasi politik intensif antara Presiden Prabowo dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mengenai nasib para menteri yang merupakan orang dekat mantan presiden tersebut.

Pesan Jokowi dan Isu Perombakan Tokoh Kunci

Ginting menilai bahwa dalam proses transisi maupun koordinasi kabinet, besar kemungkinan terdapat pesan tersirat dari Jokowi kepada Prabowo agar tidak serta-merta melakukan pergantian total terhadap jajaran menteri yang selama ini loyal atau direkomendasikan oleh pihak Jokowi.

“Tapi juga mungkin juga ada pesan dari Jokowi, jangan semua orang saya dipenggal lah gitu,” ujar Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (18/8/2026).

Lebih lanjut, Ginting menyoroti dua posisi strategis yang belakangan menjadi pusat perhatian publik: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang sempat dikabarkan akan mundur karena alasan kesehatan, serta posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang masa jabatannya kini telah melampaui enam tahun.

Menurut Ginting, Prabowo kemungkinan telah mengomunikasikan rencana perombakan ini secara personal kepada Jokowi.

“Kemarin kan isu Pratikno mau mundur karena sakit. Saya kira ya Prabowo sudah memberi pesan baik itu lewat telepon atau apa dalam pertemuan khusus. Pak, izin ya kira-kira Pak Jokowi. Orang-orang ini yang dulu direkomendasikan akan saya reshuffle ya karena sudah lama,” ucapnya.

“Misalnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo kan sudah hampir 6 tahun lebih lama dari masa kepresidenan. Saya kira Jokowi juga enggak akan bisa menolak,” tambahnya.

Kaitan dengan Polemik Ijazah Jokowi

Nama Pratikno sendiri kerap dikaitkan dengan polemik dugaan ijazah palsu Jokowi, mengingat latar belakangnya yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) saat Jokowi meniti karier politiknya.

Publik pun menanti apakah pergantian tokoh-tokoh kunci ini akan mengubah arah penanganan polemik tersebut.

“Ini Pratikno kan Mensesneg dulu sangat dekat gitu. Kemudian juga dia dituding sebagai otak dari kasus ijazah Jokowi karena pernah menjadi rektor UGM sehingga orang menunggu juga nih Listyo Sigit Prabowo dan Praktikno,” ungkapnya.

Meski demikian, Ginting menegaskan bahwa dirinya tidak masuk ke dalam substansi kebenaran ijazah tersebut, melainkan menyoroti potensi dampak politik jika terjadi perombakan pada posisi-posisi tersebut.

“Karena ada kemungkinan kalau itu diganti kasus ijazahnya akan berbeda. Nah, saya tidak mengatakan palsu atau tidak palsu, saya enggak pedulilah itu gitu,” tandasnya.

Klarifikasi Istana

Menanggapi arus isu reshuffle yang terus berkembang, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah memberikan klarifikasi resmi.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda resmi terkait perombakan Kabinet Merah Putih.

Prioritas utama pemerintah, menurutnya, adalah mengisi jabatan yang saat ini kosong seperti Wakil Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Imipas, bukan melakukan pergantian menteri yang sedang menjabat.

Artikel terkait lainnya