Gempar! Isu Keterlibatan Prabowo Mencuat, Penangkapan Roy Suryo Jadi Pintu Masuk Reformasi Jilid II?

DEMOCRAZY.IDPengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, bicara mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali memanas setelah penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma oleh Polda Metro Jaya.

Dikatakan Heru, perkembangan kasus tersebut tidak bisa hanya dilihat dari aspek hukum semata.

Ia menilai terdapat dinamika politik yang lebih luas yang turut memengaruhi eskalasi isu hingga menjadi perhatian nasional.

Operasi Politik dan Intelijen

Heru mengaku melihat adanya sejumlah hal yang patut dicermati dari menguatnya kembali polemik ijazah Jokowi hingga berujung pada penangkapan dua tokoh yang selama ini vokal mempertanyakannya.

“Kalau saya mencermati meledaknya isu ijazah Jokowi dengan penangkapan Roy Suryo dan mbak Tifa, ada dua hal yang ngeri-ngeri sedap,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (21/6/2026).

Ia kemudian menyinggung kemungkinan adanya operasi politik maupun operasi intelijen di balik dinamika yang berkembang.

“Baik yang dilakukan dengan operasi intelijen maupun operasi politik,” tukasnya.

Dalam pandangannya, menguatnya kembali polemik tersebut juga terjadi di tengah munculnya berbagai tuntutan yang belakangan disebut sebagai Reformasi Jilid II.

Diungkapkan Heru, terdapat kelompok-kelompok politik yang sedang mengalami dinamika internal dalam upaya memperkuat konsolidasi kekuasaan.

“Dalam konteks tuntutan reformasi jilid II, bahkan orang menyebutnya reformasi. Saya melihat dua pihak ini tidak lain adalah di internal pendukung atau bandarnya pemenangan Prabowo-Gibran,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa situasi politik saat ini menunjukkan adanya pergeseran hubungan di antara pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam satu barisan politik.

“Yang lebih unik, saat ini mereka sudah mulai pecah kongsi atau berantakan dalam upaya memperkuat konsolidasi politik. Hingga saat ini muncul skenario dan tindakan serta eksekusinya,” imbuhnya.

Penangkapan Bagian dari Intervensi Politik dan Hukum

Heru berpendapat bahwa penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak dapat dilepaskan dari kepentingan politik yang sedang berlangsung.

“Kasus ijazah Jokowi ini pada akhirnya ditimpali dengan penangkapan Roy Suryo dan Mbak Tifa adalah bagian intervensi politik dan hukum itu sendiri,” timpalnya.

Ia juga melihat polemik yang berkepanjangan telah berdampak terhadap citra Universitas Gadjah Mada (UGM) di mata publik.

“Ini pada akhirnya merusak UGM, UGM dibunuh secara akademik bahkan identitas UGM di mata publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menyinggung bahwa tuntutan Reformasi Jilid II yang berkembang saat ini disebut berkaitan dengan penolakan terhadap sejumlah kebijakan strategis pemerintah.

“Betul ada beberapa kepentingan isu bahwa tuntutan reformasi jilid II lebih kepada upaya yang lebih serius melawan bahkan membatalkan kebijakan strategis Prabowo,” imbuhnya.

Ia kemudian menyebut beberapa program yang menurutnya menjadi sasaran kritik.

“Seperti Koperasi Desa Merah Putih, juga MBG yang saat ini sudah terjadi skandal yang melibatkan eks Kepala BGN dan Wakilnya,” cetusnya.

Heru juga menyinggung dugaan keterlibatan kekuatan politik tertentu dalam berbagai aksi yang muncul belakangan ini.

“Tindakan mahasiswa diduga ada partai terlibat dalam hal ini PDIP dalam menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran,” bebernya.

Relasi Politik Jokowi dan Prabowo

Pada bagian lain, Heru menilai dinamika politik yang terjadi saat ini tidak terlepas dari hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Jokowi memiliki kepentingan untuk menjaga pengaruh politiknya dalam jangka panjang.

“Jokowi mempunyai kepentingan sangat panjang dan sistematis untuk mempertahankan kekuasaan dan pengaruhnya,” Heru berujar.

Ia juga menduga kemunculan kembali isu ijazah berkaitan dengan posisi politik yang ingin dibangun oleh Prabowo.

“Mengapa dinamika ijazah kembali dimunculkan? Menurut saya ini ada kaitan bagaimana Prabowo juga menginginkan positioning,” timpalnya.

“Bagaimanapun Prabowo pasti mengetahui polemik ini, ini digunakan untuk mengulur kepentingan Prabowo sendiri terhadap Jokowi,” sambung dia.

Klaim Posisi Jokowi Mulai Terancam

Heru berpandangan bahwa kebutuhan akan perubahan politik membuat nama Jokowi tetap terseret dalam berbagai perdebatan publik.

“Kebutuhan akan reformasi mau tidak mau, Jokowi terseret di dalamnya baik dalam arus pemikiran, tindakan, dan dinamika politik praktis,” kata Heru.

Menurutnya, menguatnya kembali polemik tersebut mengirimkan sinyal tertentu mengenai posisi politik Jokowi.

“Apa yang menjadi polemik ini dan memuncak kembali, mengandung pesan bahwa posisi Jokowi dapat terancam,” tandasnya.

Heru bilang, dirinya menduga ada keterlibatan Presiden Prabowo dalam proses penegakan hukum terhadap kasus yang sedang berjalan.

“Saya juga menduga Prabowo terlibat atau mengintruksikan kepada penegak hukum agar menangkap dan mengadili proses ijazah Jokowi ini,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya