DEMOCRAZY.ID – Tindakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya kembali memicu kontroversi dan viral di media sosial.
Kali ini, ia terekam meminta para petinggi PT KAI dan perwakilan Kementerian Perhubungan untuk keluar dari gerbong LRT yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto.
Momen ini terjadi saat Presiden Prabowo mencoba moda LRT rute Kelapa Gading-Manggarai sebelum meresmikannya pada Rabu (16/9/2026).
Tindakan Teddy tersebut mendapat kecaman keras dari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, yang menilainya sebagai bentuk arogansi yang berlebihan.
“Sungguh tindakan tersebut tidak patut dilakukan dan menunjukkan sikap arogansi,” tegas Fernando Emas, Kamis (17/9/2026).
Yg diusir Teddy itu Direktur LRT sebagai yg punya hajat. Malah disuruh keluar.
Gesture mas Pram, lihatin Teddy sambil menghela nafas.. pic.twitter.com/acOugcX9um— narkosun (@narkosun) September 16, 2026
Fernando menyoroti bahwa sikap represif Teddy di sekitar kepala negara bukan kali ini saja terjadi, sebelumnya, insiden Dokter Militer (Februari 2024): Teddy terekam menggeser kasar seorang dokter militer berpangkat Kolonel saat mendampingi Presiden Joko Widodo.
“Sangat wajar kalau para pejabat tersebut turut melakukan pendampingan ketika Prabowo mencoba menggunakan LRT. Sikap Teddy ini sangat berlebihan. Bagaimana masyarakat bisa mendekat kepada Presiden kalau petinggi KAI dan Kemenhub saja tidak bisa masuk dalam satu gerbong?” kritik Fernando.
Lebih lanjut, Fernando mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya milik Seskab Teddy Indra Wijaya atau segelintir orang di ring satu istana.
Momen Tedy “usir” petinggi KAI & Direksi Jakpro saat peresmian LRT di Manggarai.
LRT katanya untuk rakyat. Tapi begitu pejabat datang, rakyat dan petingginya disuruh minggir.cc trds : bacakoran CO pic.twitter.com/2a05QLBCYA
Baca Juga— reylevant (@reylevant) September 16, 2026
Ia memperingatkan bahwa kelakuan arogan orang-orang di sekitar presiden justru bisa merugikan citra Prabowo di mata masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendesak agar ada tindakan tegas.
“Seharusnya Prabowo sudah mencopot Teddy dan mengembalikannya ke kesatuan di TNI karena sudah berulangkali mencederai hati masyarakat. Bisa-bisa masyarakat semakin tidak suka dengan kepemimpinan Prabowo Subianto hanya karena kelakuan orang di sekitarnya seperti Teddy,” tandasnya.
Daftar orang yg diusir oleh si Bunted dari gerbong LRT pas peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai :
1. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub – Allan Tandiono
2. Dirut LRT Jakarta – Aditia Kesuma Negara
3. Dirut Jakpro – Iwan Takwin, dllWajar jika Gubernur Jakarta, Pramono Anung… pic.twitter.com/n3diEoNMDv
— Nda ! 🧳 (@Naandaa27) September 17, 2026
Kritik tajam ini bermula dari beredarnya sebuah video viral yang diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @pw_gun.
Dalam video tersebut, terlihat momen di mana Teddy meminta sejumlah orang berpindah tempat duduk agar keluar dari area gerbong presiden.
“Seskab Teddy saat ngusir sebagian orang yang di dalam LRT buat pindah tempat duduknya. Kemungkinan yang diusir jajaran direksi LRT Jakarta. Emang ngapa sih gak boleh gabung,” tulis akun tersebut, yang langsung memicu ribuan reaksi negatif dari netizen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Sekretariat Kabinet maupun Istana terkait insiden di gerbong LRT tersebut.