Peringatan Keras Amien Rais untuk Prabowo: Jangan Telan Mentah-Mentah Laporan Bawahan, Awas Risiko Terlena!

DEMOCRAZY.ID – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais melontarkan sejumlah kritik kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia meminta Prabowo lebih mawas diri dalam menjalankan pemerintahan, termasuk dalam menerima laporan dari jajaran bawahannya.

Amien menilai laporan dari pejabat di bawah seorang presiden belum tentu sepenuhnya menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan. Bahkan, menurutnya, laporan tersebut bisa saja berisi informasi yang cenderung menyenangkan pimpinan.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu kemudian mengaitkan kritiknya dengan elektabilitas Prabowo.

Ia menilai penurunan elektabilitas seharusnya menjadi momentum bagi Presiden untuk mengevaluasi gaya kepemimpinannya.

“Maaf Presiden Prabowo bila elektabilitas Presiden terus merosot dan sudah disalib Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, Pak Kang Dedi Mulyadi, harusnya Prabowo segera mawas diri,” ujar Amien, Selasa (18/8/2026).

Amien juga menilai Prabowo perlu mengevaluasi kebijakan serta pola pengambilan keputusan pemerintah.

Ia bahkan menyebut Presiden masih menunjukkan keraguan dalam mengambil sejumlah keputusan strategis.

“Saya terpaksa menyimpulkan, ternyata Prabowo seorang pemimpin yang peragu, hesitating, tidak tegas, indecisif,” tukasnya.

Amien Soroti Oligarki

Kritik Amien selanjutnya menyasar persoalan oligarki.

Ia menilai Prabowo belum mampu menghadapi pengaruh oligarki setelah hampir dua tahun pemerintahan berjalan.

“Setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo gagal menaklukkan oligarki,” ucap Amien.

Menurut dia, kondisi yang terjadi justru menunjukkan kuatnya pengaruh oligarki terhadap pemerintahan.

“Sebaliknya oligarki yang justru menaklukkan Prabowo,” lanjutnya.

Amien menilai berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang cepat dan tegas.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu lama berada dalam posisi maju-mundur ketika mengambil kebijakan.

“Perlu penanganan yang tegas dan cepat dengan kepimpinan Prabowo yang maju-mundur, gojak-gajak. Bisa-bisa Indonesia justru makin terburuk,” tegasnya.

Ingatkan Prabowo Tak Telan Mentah Laporan Bawahan

Amien secara khusus menyampaikan nasihat kepada Prabowo mengenai laporan yang diterima dari jajaran pemerintah.

Ia meminta Presiden tidak menjadikan laporan birokrasi sebagai satu-satunya acuan untuk melihat kondisi masyarakat.

“Nasihat ringan saya untuk Mas Prabowo, jangan ditelan semua laporan dari seluruh anak buah,” kata Amien.

Ia mengaku memperhatikan sejumlah pidato Prabowo yang kerap menggunakan frasa berdasarkan laporan yang diterimanya.

“Saya perhatikan hampir pidato Prabowo diawali dengan kata-kata berdasarkan laporan yang saya terima,” imbuhnya.

Menurut Amien, laporan dari bawahan berpotensi memiliki bias karena ada kecenderungan menyampaikan kondisi yang membuat pimpinan merasa pemerintahan berjalan baik.

“Mas Prabowo sudah paham betul bahwa laporan dari bawah tentu bernuansa budaya yang menyenangkan, bahkan meninabobokkan,” terangnya.

Ia memberikan gambaran mengenai laporan yang berpotensi membuat seorang presiden merasa memiliki popularitas tinggi di tengah masyarakat.

“Laporan itu pasti menyenangkan, misalnya seluruh rakyat bangga Bapak jadi Presiden. Di perkotaan, pedesaan, bahkan tempat-tempat terpencil. Nama Bapak harum dan seterusnya,” ujar Amien.

Karena itu, Amien meminta Prabowo membandingkan laporan birokrasi dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.

Minta Prabowo Evaluasi Kabinet

Selain pola pengambilan keputusan, Amien juga menyoroti langkah Prabowo dalam melakukan evaluasi kabinet.

Ia secara terbuka meminta Presiden mempertimbangkan perombakan terhadap sejumlah menteri yang menurutnya masih memiliki keterkaitan dengan pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Ngomong-ngomong kapan separuh kabinet menteri-menteri yang sedang berusaha menggunting Anda dalam lipatan segera Anda reshuffle?” timpalnya.

Amien menilai sejumlah menteri yang disebutnya ditempatkan pada pemerintahan Prabowo oleh Jokowi berpotensi tidak sejalan dengan agenda pemerintahan saat ini.

“Seluruh menteri yang ditanamkan Jokowi itu sunyam melawan Anda, menggunting dalam lipatan tadi,” tuturnya.

Ia juga melontarkan tudingan terhadap kelompok politik yang disebutnya berasal dari Solo.

“Jadi para gangster dari Solo itu punya target politik tunggal yakni hancur dan gagalkan Pemerintahan Prabowo,” tambahnya.

Tak hanya meminta evaluasi kabinet, Amien bahkan mendorong pergantian sejumlah pejabat strategis, termasuk pimpinan TNI dan Polri.

“Jadi sebelum terlambat copot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit, juga ganti Panglima TNI Agus Subiyanto dan lain-lain,” tegasnya.

Amien menilai evaluasi terhadap jajaran kabinet dan pejabat strategis perlu dipertimbangkan untuk memperkuat pemerintahan Prabowo.

Namun, seluruh pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik Amien Rais terhadap pemerintahan Prabowo dan tidak disertai tanggapan dari pihak-pihak yang disebut dalam pernyataannya.

Artikel terkait lainnya