Sinyal Penolakan Akar Rumput Menggila! Amien Rais Sebut Kejatuhan Politik Jokowi Tiba Oktober 2029, Daerah Kompak Tolak Didatangi

DEMOCRAZY.IDBabak akhir dari dinasti politik mantan Presiden Joko Widodo kian mendekati garis nadir.

Tokoh senior sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, secara terbuka membeberkan prediksi telak terkait kejatuhan total karier politik Jokowi beserta lingkaran keluarga intinya yang diproyeksikan bakal ambruk pada Oktober 2029 mendatang.

Dalam ulasan tajam yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Amien membaca adanya sindrom psikologis kekuasaan yang mulai merasuki sang mantan presiden di masa-masa purna tugasnya.

Ia menilai pola pikir dan orientasi Jokowi masih terjebak dalam sindrom kecanduan kuasa yang akut.

“Jokowi (saat itu) ingin membuat partai yang bernama Partai Super Tbk. Tbk singkatan dari Terbuka,” beber Amien, menguliti ambisi pembentukan kendaraan politik baru.

Ambisi besar untuk mempertahankan pengaruh tersebut pada akhirnya hanya mampu diakomodir lewat gerbong Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikomandoi oleh sang putra bungsu, Kaesang Pangarep.

Ironisnya, manuver ini dinilai sebagai antiklimaks bagi figur yang dulunya dibesarkan dan dilejitkan oleh mesin raksasa PDI Perjuangan, sebelum akhirnya terpaksa mengemis panggung di partai gurem.

Penolakan Akar Rumput hingga Safari Politik yang Dianggap Bikin Resah

Amien juga menyoroti bagaimana gelombang sentimen publik berbalik arah secara drastis pasca-kedudukan istana ditinggalkan.

Upaya mempertahankan eksistensi melalui berbagai agenda safari politik—seperti kunjungan ke Lampung yang sempat diklaim mendulang ribuan kader baru—justru dinilai bertepuk sebelah tangan jika berkaca pada realitas di berbagai daerah lain.

Alih-alih mendapat sambutan hangat layaknya masa kejayaan blusukan di masa lalu, kehadiran sang mantan kepala negara kini justru mulai menemui tembok penolakan di sejumlah wilayah strategis.

Jawa Barat, misalnya, disebut-sebut menjadi salah satu basis utama yang secara terang-terangan menunjukkan gestur gerah dan menolak kehadiran rombongan safari politik tersebut karena dianggap sekadar menebar keresahan.

“Saya perhatikan sampai setengah tahun lalu, Jokowi masih kuat di hadapan masyarakat. Namun, kejatuhan politiknya terlihat sudah pasti,” tegas Amien.

Dengan akumulasi erosi dukungan elite, retaknya relasi dengan petahana, hingga penolakan masif di tingkat akar rumput, kejatuhan imperium politik keluarga Cikeas maupun trah Solo kini tinggal menunggu waktu.

Amien mematok garis tegas bahwa akhir dari perjalanan dinasti tersebut akan terkunci rapat pada pengujung dekade ini.

“Saya memperkirakan kejatuhan politik Jokowi, Gibran, dan keluarga intinya, nanti pada Oktober 2029,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya