Panik Luar Biasa! Kubu Jokowi Serang Roy Suryo Soal Ijazah: Ngapain Persoalkan Orang Yang Bukan Pejabat?!

DEMOCRAZY.ID – Perdebatan mengenai latar belakang akademik Roy Suryo yang tengah bergulir dinilai banyak pihak sebagai pengalihan isu yang tidak memiliki urgensi setara dengan polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Podcaster Sentana TV, Mikhael Sinaga, menegaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara mempertanyakan kredibilitas pendidikan pejabat negara dengan individu yang tidak lagi memegang jabatan publik.

Mikhael berpendapat bahwa perhatian masyarakat semestinya tetap tertuju pada akuntabilitas mereka yang sedang atau pernah mengemban amanah negara, karena hal tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

“Ngapain kita mempersoalkan masalah seseorang yang tidak menjadi pejabat publik? Ijazah Jokowi kita persoalkan karena pejabat publik. Ijazah Gibran itu dipersoalkan karena dia pejabat publik. Roy Suryo waktu menteri sudah S-3 belum? Belum,” tegas Mikhael, Minggu (19/7/2026).

Dugaan Pola Pengalihan Isu

Mikhael menduga bahwa sorotan terhadap gelar doktor Roy Suryo di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bukanlah langkah yang kebetulan.

Ia menilai isu ini sengaja diangkat sebagai respons balasan terhadap pihak-pihak yang vokal mengkritisi dugaan ijazah palsu milik mantan presiden.

Menurutnya, sasaran serangan riwayat pendidikan selalu tertuju pada mereka yang berseberangan secara politik dengan kubu mantan presiden tersebut.

Polemik Roy Suryo bermula dari laporan Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Taufik mengeklaim telah menemukan kejanggalan dalam riwayat akademik Roy Suryo dan merasa nama baiknya dicemarkan setelah pakar telematika tersebut melabelinya sebagai penyebar hoaks.

“Gara-gara dia mengklarifikasi soal UNJ-nya. Kami temukan banyak hal yang janggal,” ujar Taufik terkait alasan pelaporannya.

Kesiapan Roy Suryo Menghadapi Proses Hukum

Menanggapi pelaporan tersebut, Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tidak merasa keberatan dan siap mengikuti seluruh alur hukum yang berjalan.

Ia bahkan menyatakan tidak akan mencabut pernyataan atau sikapnya, serta siap menempuh upaya hukum balasan jika pihak pelapor tidak mampu membuktikan tuduhannya.

“Silakan laporkan dan kalau Anda tidak cabut laporannya itu nggak apa-apa, saya justru akan melakukan juga upaya hukum yang lain,” tantang Roy.

Diskursus ini kembali menegaskan tajamnya polarisasi dalam isu ijazah yang masih membayangi konstelasi politik nasional.

Bagi sebagian pengamat, upaya mendiskreditkan pengkritik melalui pemeriksaan latar belakang pendidikan merupakan strategi untuk mengaburkan substansi perkara ijazah pejabat publik yang hingga kini masih terus disuarakan oleh masyarakat.

Artikel terkait lainnya