DEMOCRAZY.ID – Jagat perpolitikan Tanah Air kembali diguncang kegaduhan.
Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, melontarkan wacana terkait kemungkinan terjadinya peristiwa percepatan pemilu atau pergantian presiden sebelum tahun 2029, memicu gelombang spekulasi yang liar di tengah masyarakat.
Namun, di mata mantan Menko Polhukam Mahfud MD, keriuhan ini bukanlah sinyal krisis negara atau ancaman makar, melainkan murni sebuah tontonan manuver politik tingkat tinggi.
Berbicara secara blak-blakan dalam podcast Terus Terang di akun YouTubenya yang tayang, Senin (31/8/2026), Mahfud MD membedah isu ini dengan pisau analisis yang amat tajam.
Secara hukum, ia menegaskan bahwa wacana percepatan pemilu yang diutarakan Budi Arie sama sekali tidak melanggar konstitusi maupun hukum pidana.
Publik, menurutnya, tidak perlu terpancing meresponsnya secara berlebihan.
“Jangan gegabah menuduh wah Budi dan Pak Jokowi mau kudeta, gak mungkin kan analisis biasa bahwa pemilu bisa dipercepat,” jelas Mahfud dengan lugas.
Namun, di balik jubah kebebasan berpendapat itu, pakar hukum tata negara ini mengendus adanya orkestrasi politik yang dirancang sangat rapi.
Alih-alih merugikan, lontaran kontroversial tersebut justru dinilai secara politis amat menguntungkan eksistensi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Nama Jokowi terus berputar dan tetap relevan di pusaran perbincangan publik, sebuah langkah krusial untuk membalikkan arah angin yang sebelumnya sarat akan kritik tajam masyarakat.
“Ini satu bagian dari permainan politik yang canggih menurut saya. Kalau harus dikatakan, ini memang sengaja oleh timnya Pak Jokowi,” ungkap Mahfud membongkar skenario di balik isu tersebut.
Bahkan, Mahfud menyoroti drama-drama politik lanjutan yang muncul ke permukaan, seperti reaksi amarah yang sengaja ditunjukkan oleh beberapa pihak terhadap Budi Arie.
Menurutnya, hal itu adalah bagian dari koreografi yang diciptakan untuk membesarkan isu dan memancing lawan politik agar ikut menari dalam gendang yang sama.
“Bagus, permainan politik yang bagus… Kalau analisis lurus-lurus saja, terkecoh aja (kita),” tambahnya dengan nada menyentil.
Meski mengakui kelihaian taktik tersebut, tokoh asal Madura ini tetap memberikan pukulan telak (punchline) yang menggugah emosi di akhir ulasannya.
Mahfud mengingatkan bahwa posisi Budi Arie sesungguhnya berada di ujung tanduk.
Ancaman nyata bagi mantan Menteri Kominfo tersebut bukanlah hujatan wacana politik yang ia lontarkan, melainkan jejak bayang-bayang hukum masa lalu yang siap menerkamnya jika RUU Perampasan Aset resmi disahkan oleh DPR.
Mahfud membeberkan fakta mematikan bahwa nama Budi Arie telah terseret ke dalam pusaran dakwaan kasus lingkaran judi online.
“Justru kasusnya Budi Arie itu yang bisa diambil (bila UU Perampasan Aset disahkan). Itu kan sudah disebut di dalam dakwaan,” kata Mahfud memberikan peringatan keras.
Kupas tuntas dari Mahfud MD ini membuka mata publik; di atas panggung perpolitikan elit, apa yang tampak riuh di permukaan sering kali hanyalah asap tebal yang sengaja ditiupkan untuk menutupi bara api yang sebenarnya.