Pria Ini Bikin Geger di Kantor Polisi: Siap Ditembak Mati Jika Ijazah UGM Jokowi Terbukti Asli!

DEMOCRAZY.ID — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang menampilkan seorang pria melontarkan pernyataan ekstrem terkait polemik dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rekaman video yang beredar, pria tak dikenal tersebut tampak berada di sebuah ruangan kantor kepolisian dengan latar dinding bertuliskan “Divisi Humas Polri”.

Video tersebut salah satunya disebarluaskan melalui akun X milik @regar_op0sisi yang dioperasikan oleh Edy Bayo Regar.

Tantang Pembuktian dan Nyatakan Kesiapan Ditembak

Di hadapan kamera, pria tersebut mendesak agar polemik keabsahan dokumen akademik Jokowi diselesaikan secara transparan melalui jalur hukum.

Ia secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa ijazah mantan orang nomor satu di Indonesia itu tidak asli, bahkan melontarkan sumpah kontroversial dengan mengaku siap dieksekusi mati di muka hukum jika dugaannya terbukti keliru.

“Intinya penegakan hukum. Kalau memang Jokowi punya ijazah asli, kalau punya asli, tunjukkan,” ucap pria tersebut dalam rekaman.

“Bahwa Jokowi itu ijazahnya palsu, saya bersaksi. Kalau Jokowi punya ijazah asli, saya siap ditembak di depan pengadilan,” tambahnya dengan nada menantang.

Pernyataan provokatif tersebut sontak memantik beragam reaksi dari warganet dan kian memperkeruh diskursus publik di ruang digital ihwal polemik dokumen pendidikan yang tak kunjung surut.

👇👇

Ekalat Penegakan Hukum dan Proses Peradilan

Isu mengenai keaslian ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi sendiri sebelumnya telah lama bergulir dari ruang-ruang diskusi media sosial hingga bermuara ke ranah hukum formal.

Sejumlah pihak yang kerap melontarkan tudingan serupa telah berurusan dengan pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik, fitnah, serta penyebaran berita bohong.

Salah satu figur publik yang sempat diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait laporan tersebut adalah pakar telematika Roy Suryo.

Di sisi lain, pihak institusi Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun hasil uji forensik dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri sebelumnya telah menegaskan keaslian arsip administratif akademik yang bersangkutan, sementara pihak keluarga Jokowi menyatakan kesiapannya untuk membuka dokumen asli di persidangan guna mengakhiri spekulasi berkepanjangan.

Artikel terkait lainnya