Saksi dari Masa Lalu Jokowi Bermunculan, Perkara Ijazah Palsu Segera Masuk Titik Krusial!

DEMOCRAZY.ID – Sekretaris Jenderal DPP PROJO Freddy Alex Damanik menyebut teman-teman Joko Widodo atau Jokowi relevan dihadirkan sebagai saksi dalam perkara tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Menurut Freddy, keterangan orang-orang yang pernah bersekolah dan kuliah bersama Jokowi dapat membantu menjelaskan riwayat pendidikan Presiden ke-7 RI tersebut.

Ia terutama menyoroti teman-teman kuliah Jokowi yang pernah berada dalam lingkungan pendidikan yang sama.

“Sangat relevan lah, nanti yang paling utama kan nanti yang teman-teman kuliah,” ujar Freddy seperti dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin, 28 September 2026.

Freddy mengatakan pihak yang mengajukan keberatan terhadap kesaksian tersebut tetap memiliki ruang untuk mengujinya di pengadilan.

Menurut dia, proses saling menguji keterangan saksi merupakan bagian dari pembuktian perkara.

“Nanti silakan aja di-challenge, justru kalau lemah, sekali lagi, menguntungkan mereka dong,” kata dia.

Belum Menerima Panggilan Pengadilan

Freddy mengatakan hingga kini dirinya belum menerima surat panggilan untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan.

Hal serupa, kata dia, juga dialami sejumlah teman Jokowi yang sebelumnya telah dimintai keterangan pada tahap penyidikan.

“Saya belum mendapat panggilan, kemudian juga setahu saya, teman-teman SMA (Jokowi) itu juga belum mendapat panggilan,” ujarnya.

Meski belum menerima panggilan, Freddy mengatakan para saksi tetap bersiap jika sewaktu-waktu diminta hadir secara resmi di persidangan.

Ia menjelaskan, orang yang telah diperiksa pada tahap penyidikan pada dasarnya dapat kembali dimintai keterangan dalam persidangan apabila keterangannya dianggap diperlukan dalam proses pembuktian.

Freddy memandang perkara tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan atau keaslian dokumen ijazah.

Menurut dia, riwayat pendidikan Jokowi juga menjadi bagian yang perlu diterangkan dalam proses pembuktian.

Karena itu, teman-teman Jokowi yang pernah berada di sekolah atau perguruan tinggi yang sama dinilai memiliki pengalaman langsung mengenai proses pendidikan yang mereka jalani bersama.

“Teman-teman kuliah ini atau teman-teman SMA, mereka menjelaskan bahwa benar kami sekolah bersama Pak Jokowi dari tahun segini, tahun segini,” kata Freddy.

Keterangan semacam itu, menurut Freddy, nantinya tetap harus diuji di hadapan majelis hakim bersama alat bukti dan keterangan saksi lainnya.

Dengan demikian, relevansi seorang saksi bukan semata ditentukan oleh kedekatannya dengan Jokowi, melainkan oleh sejauh mana kesaksiannya berkaitan dengan pokok perkara dan dapat dipertanggungjawabkan dalam persidangan.

Di tengah dorongan agar teman-teman Jokowi dihadirkan ke persidangan, muncul pula pandangan berbeda.

Pemilik Sentana TV Mikhael Sinaga mempertanyakan relevansi dan kompetensi sejumlah calon saksi.

Ia juga mengkritik berkas pemeriksaan beberapa saksi yang sebelumnya diperiksa dalam perkara tersebut.

Pandangan Mikhael merupakan pendapat dari pihak yang berbeda dalam perkara.

Relevansi, kompetensi, serta kekuatan keterangan para saksi pada akhirnya akan diuji melalui mekanisme pembuktian di pengadilan.

Tujuh Teman SMA Jokowi Siap Bersaksi

Sebelumnya, tujuh teman SMA Jokowi mendatangi kediaman mantan presiden tersebut di Solo pada Jumat, 25 September 2026.

Pertemuan itu antara lain membahas kemungkinan mereka dipanggil menjadi saksi dalam perkara yang tengah berjalan.

Salah seorang teman SMA Jokowi, Ria Tri Rasmani, menyatakan kesiapannya jika mendapat panggilan resmi dari pengadilan.

“Harus siap dong, harus siap. Ya, memang ya kita berkontribusi saja untuk men-support beliau karena memang kita temannya dari SMA,” ujar Ria.

Teman Jokowi lainnya, Bambang Surojo, mengatakan Jokowi berpesan agar mereka tidak ikut menanggapi pemberitaan yang dinilai dapat memperkeruh persoalan.

“Pak Jokowi berpesan untuk tidak usah menanggapi berita-berita yang tidak karu-karuan, karena itu malah akan menambah runyam masalah,” kata Bambang.

Bambang juga memastikan dirinya siap hadir apabila memperoleh surat panggilan resmi.

“Saat kami ditimbali (dipanggil), ada surat panggilan, kami siap untuk hadir. Semua siap,” ujarnya.

Perkara tudingan ijazah palsu yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa kini memasuki tahap pembuktian.

Dalam tahap ini, keterangan saksi menjadi salah satu bagian yang dapat diuji bersama alat bukti lainnya.

Kehadiran teman sekolah maupun teman kuliah Jokowi, jika nantinya benar-benar dipanggil, akan menempatkan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan bersama Jokowi sebagai bagian dari materi persidangan.

Namun, nilai pembuktian setiap kesaksian tetap bergantung pada relevansi keterangan, konsistensi dengan alat bukti lain, serta penilaian majelis hakim.

Artikel terkait lainnya