Analisis Pilpres 2029: Pengamat Ungkap Hanya Ada Satu Kekuatan Politik Diyakini Mampu ‘Kalahkan’ Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Wacana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat, meski pesta demokrasi tersebut masih beberapa tahun lagi.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029.

Tak hanya maju, Mahfud bahkan menilai Prabowo berpeluang besar memenangkan pertarungan untuk kembali menduduki kursi kepresidenan.

Mahfud melihat konfigurasi politik saat ini cenderung menguntungkan Prabowo.

Sebagai presiden petahana, Prabowo dinilai memiliki posisi politik yang kuat sekaligus akses terhadap sumber daya negara yang dapat menjadi modal politik.

Dalam pandangan Mahfud, siapa pun sosok yang nantinya dipilih Prabowo sebagai calon wakil presiden tidak akan terlalu mengubah peta persaingan.

Prabowo, kata Mahfud, tetap memiliki peluang besar untuk menang karena sejumlah faktor yang sudah terbentuk sejak awal pemerintahannya.

Mahfud menilai posisi sebagai petahana memberikan keuntungan tersendiri bagi Prabowo menghadapi Pilpres 2029.

Selain memiliki kekuatan politik, berbagai organisasi pendukung juga mulai bermunculan dengan membawa nama Prabowo.

Fenomena tersebut dinilai dapat memperkuat basis dukungan politik menjelang kontestasi berikutnya.

Mahfud juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang mendapatkan perhatian publik.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih disebut menjadi instrumen yang membuat pemerintah terlihat lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, Mahfud juga menyampaikan kekhawatiran mengenai penggunaan aparat negara dalam dinamika politik.

Ia menyinggung adanya indikasi polisi dan aparat mulai dimanfaatkan untuk kepentingan pemenangan politik, bukan semata-mata menjaga netralitas.

Faktor lain yang disebut Mahfud adalah belum terlihatnya figur politik yang memiliki kekuatan sebanding dengan Prabowo.

Menurut dia, konfigurasi politik saat ini membuat lawan-lawan politik Prabowo menghadapi persoalan tersendiri jika ingin membangun pertarungan pada 2029.

Mahfud menilai sebagian pihak kemungkinan akan berpikir ulang untuk menghadapi Prabowo karena risiko politik yang harus ditanggung jika kalah.

Ia bahkan menyebut tidak masuk akal apabila ada pihak yang mencoba “menggergaji” Prabowo ketika posisi politik presiden sedang kuat.

Prediksi Mahfud tersebut mendapat respons dari akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad.

Hasyim mengatakan pandangannya tidak jauh berbeda.

Bahkan, ia meyakini Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpeluang kembali berpasangan pada Pilpres 2029.

“Nggak beda sama prediksi saya. Bahkan kalau saya sih yakin Prabowo-Gibran bakal tetap maju bareng 2029 dan akan sulit terkalahkan,” kata Hasyim dalam cuitannya di X, dikutip pada Jumat (4/9/2026).

Meski demikian, Hasyim melihat masih ada satu skenario yang berpotensi membuat pertarungan Pilpres 2029 menjadi lebih kompetitif.

Menurut dia, kekuatan politik yang dapat mengimbangi pasangan Prabowo-Gibran adalah jika Anies Baswedan dan PDIP membangun persatuan politik.

Hasyim bahkan menilai kekuatan tersebut akan semakin besar apabila PDIP mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai representasi partai dalam konfigurasi tersebut.

“Hanya satu yang mungkin bisa mengalahkan mereka. Atau setidaknya mengimbangi: persatuan Anies dan PDIP,” ujarnya.

“Dan akan lebih kuat kalau Ahok yang mewakili PDIP,” sambung Hasyim.

Menurut Hasyim, persoalan utama dalam menghadapi Prabowo bukan semata-mata soal siapa yang memiliki elektabilitas paling tinggi, melainkan kemampuan lawan politik untuk membangun koalisi dan mengesampingkan kepentingan masing-masing.

Ia menyindir pihak-pihak yang memiliki ambisi mengalahkan Prabowo tetapi enggan membangun persatuan.

“Ngeyel bisa ngalahin Prabowo tapi nggak mau bersatu. Rasain aja ego kalian sendiri,” imbuhnya.

Pilpres 2029 dan Pertarungan Koalisi

Peta politik menuju Pilpres 2029 pada akhirnya masih sangat mungkin berubah.

Konfigurasi partai, pasangan calon, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan, hingga munculnya figur baru dapat mengubah arah persaingan.

Karena itu, prediksi kemenangan Prabowo maupun peluang Anies-PDIP menjadi penantang kuat masih berada pada ranah analisis politik, bukan hasil kontestasi yang sudah pasti.

Yang jelas, jika Prabowo kembali maju sebagai petahana, pertarungan Pilpres 2029 berpotensi menghadirkan persoalan berbeda dibandingkan Pilpres 2024.

Pertanyaannya bukan hanya siapa yang akan maju, tetapi siapa yang mampu membangun kekuatan politik yang cukup besar untuk menandingi petahana.

Artikel terkait lainnya