DEMOCRAZY.ID — Ambisi politik jangka panjang mantan Presiden Joko Widodo pasca-purna tugas kembali dikuliti tajam oleh tokoh senior reformasi sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais.
Ia menilai seluruh gerak-gerik dan kalkulasi politik Jokowi saat ini hanya bermuara pada satu titik target tunggal: melanggengkan posisi Gibran Rakabuming Raka di puncak kekuasaan nasional pada Pilpres 2029 mendatang.
Menurut Amien, obsesi tersebut lahir dari hasrat berkuasa yang tidak pernah padam, di mana sang mantan presiden diyakini tidak sanggup menerima kenyataan jika harus kehilangan panggung dan pengaruh politik di tingkat nasional.
“Kegiatan Jokowi sampai 2029 hanya satu, yaitu bagaimana memuluskan jalan Gibran menjadi Presiden atau Wapres,” ujar Amien melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Amien lantas membongkar sejumlah indikasi pergerakan politik yang dimainkan Jokowi sejak beberapa waktu lalu.
Salah satunya adalah lemparan wacana pendirian partai politik berformat super terbuka yang digadang-gadang bakal menjadi kendaraan alternatif.
“Dia (Jokowi) melontarkan gagasan sangat brilian tanda kutip, yakni mendirikan partai super terbuka. Semua anggota partai, punya hak yang sama untuk memilih pengurus,” kritiknya.
Bagi Amien, kelangsungan pengaruh politik mantan Wali Kota Solo tersebut sepenuhnya bertumpu pada nasib politik sang putra mahkota.
Jika Gibran gagal melangkah mulus dalam kontestasi elektoral 2029, maka secara otomatis riwayat pengaruh politik Jokowi di panggung nasional akan turut runtuh berkeping-keping.
“Gibran harus menjadi Presiden atau Wakil Presiden di 2029. Kalau sampai lenyap, Jokowi juga lenyap dari percaturan politik nasional,” tegas Amien.
Lebih lanjut, Amien memprediksi bahwa apabila faksi tersebut terpaksa bergerak di luar lingkaran koalisi besar, opsi realistis yang tersisa adalah memaksimalkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai perahu politik.
Kendati demikian, ia meragukan kekuatan partai tersebut mampu menandingi dominasi partai-partai mapan di parlemen seperti Gerindra, PDI Perjuangan, maupun Golkar, terlebih di tengah merosotnya kredibilitas publik akibat berbagai persoalan hukum dan keabsahan dokumen akademik yang terus membayangi.
“Seandainya PSI masuk DPR, akan sulit melampaui Gerindra, PDIP, dan Golkar. Jokowi menyadarinya. Reputasi Jokowi sudah anjlok, karena gagal menunjukkan ijazah,” pungkasnya.