Tiga Poin Penting Kritik Eks Danjen Kopassus Soenarko ke Wapres Gibran: “Segeralah Sadar Diri!”

DEMOCRAZY.ID – Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko menyampaikan pesan ke Wapres Gibran Rakabuming Raka, supaya sadar diri dan tahu malu.

Anggota Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI tersebut menjadi salah satu pihak Pemohon dalam sengketa keabsahan syarat ijazah SMA Gibran pada Pilpres 2024.

Dia bersama sejumlah pihak, termasuk Partai Ummat, hingga Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana, mengajukan sengketa itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

1. Sudah melayangkan surat ke DPR

Soenarko mengaku sudah lama mengajukan pemakzulan Gibran ke DPR.

Dasar permohonannya itu, karena kompetensi, moralitas, dan performa.

Dia menyebut kompetensi Gibran menjadi wapres, terlihat plonga-plongo.

Soenarko juga menyinggung akun Fufufafa yang menunjukkan buruknya moralitas yang bersangkutan.

“Performanya, lihat di acara-acara. Dia tidak menunjukkan sebagai orang yang dianggap pemimpin,” katanya, dikutip dari Youtube Bambang Widjojanto, Senin (21/9).

2. Keabsahan ijazah SMA Gibran, diragukan

Soenarko menjadi salah satu Pemohon sengketa keabsahan ijazah SMA Gibran untuk syarat menjadi cawapres Pilpres 2024.

Dia menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni diskualifikasi Gibran sebagai wapres, membatalkan ketetapan perolehan suara yang bersangkutan.

Kemudian, meminta pemiliha ulang wapres melalui mekanisme di MPR.

Dia juga mengingatkan hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) jujur dalam menangani sengketa.

“Semua keputusan harus berdasar hukum yang berlaku. Saya minta hakim MK, menangani dengan jujur,” ujarnya.

3. Minta Gibran tahu diri

Soenarko mengatakan pengajuan keabsahan syarat ijazah SMA Gibran baru diajukan saat ini, karena pertimbangan kecukupan bukti.

Dia juga berpesan kepada Gibran untuk sadar diri, tahu malu, dan bisa mengukur kapasitas diri sendiri.

“Pesan kepada Gibran, jadi orang yang sadar diri. Kalau memang tidak mampu menjadi wapres, tinggalkan,” ucapnya.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya