Bongkar Habis Kebohongan! Lembaga Survei KedaiKOPI: Ada Yang Pernah Satu SMA Dengan Gibran?

DEMOCRAZY.ID — Polemik mengenai latar belakang pendidikan formal Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke ruang publik.

Kali ini, pengamat politik sekaligus pendiri KedaiKopi, Hendri Satrio, melontarkan sebuah pertanyaan terbuka melalui akun X pribadinya yang memantik perdebatan luas di tengah warganet.

Tantangan Terbuka di Media Sosial dan Sorotan Rekam Jejak Pendidikan

Melalui akun media sosial pribadinya pada Kamis (14/8/2026), Hendri Satrio melempar pertanyaan kepada publik guna menelusuri rekam jejak pendidikan menengah atas sang wakil presiden.

“Siapa yang pernah satu SMA dengan Gibran? #Hensa,” tulisnya, dikutip Jumat (14/8/2026).

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian para pengguna media sosial dengan memancing sekitar seratus komentar tanggapan.

Namun, hingga saat ini, belum ada satupun warganet atau pihak yang muncul dan mengaku sebagai rekan seangkatan yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah menengah yang sama dengan Gibran di dalam negeri.

Berdasarkan catatan rekam jejak pendidikan resminya, Gibran diketahui menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atas di luar negeri, yakni di Orchid Park Secondary School, Singapura, hingga merampungkan ujian O-Level yang merupakan standar akhir jenjang sekolah menengah di wilayah tersebut.

👇👇

Gugatan Penyetaraan Ijazah dan Sayembara Denny Indrayana

Kendati demikian, riwayat pendidikan luar negeri tersebut kini bergeser menjadi diskursus hukum.

Keabsahan serta proses penyetaraan ijazah setingkat SMA milik Gibran dipersoalkan oleh sejumlah pihak, mengingat regulasi pemilu di Indonesia mensyaratkan minimal ijazah SMA atau sederajat bagi calon kepala daerah maupun wakil presiden.

Akibat polemik ini, gugatan terkait prosedur penyetaraan dokumen pendidikan tersebut telah dibawa ke ranah hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun Pengadilan Negeri.

Situasi kian memanas setelah pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, turut merespons polemik ini dengan menggelar sayembara berhadiah uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.

Tantangan terbuka tersebut ditujukan kepada siapa saja yang dapat menunjukkan secara transparan dokumen asli kelulusan tingkat SMA atau sederajat milik Gibran, demi menguji terpenuhinya syarat formal kelayakan jabatan publik yang diembannya.

Artikel terkait lainnya