DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai sedang mendeklarasikan diri untuk segera berbagi jalan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Jokowi memilih jalannya sendiri dimana keduanya bisa saja menjadi lawan dalam kontestasi politik ke depan seperti pada Pilpres 2029 mendatang.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti merespons pernyataan Jokowi yang mengklaim saat ini banyak pihak mulai ketakutan pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kendati partai besutan Kaesang Pangarep itu baru seumur jagung.
Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) bahwa partainya mulai membuat banyak pihak ketakutan dibaca sebagai deklarasi bahwa mantan presiden itu siap menjadi lawan dari Prabowo Subianto di Pemilu 2029.
“Dalam bahasa yang lain saya menyebut itu deklarasi kecil-kecilan dari beliau yang mengatakan bahwa dia siap berpisah dengan Pak Prabowo,” kata Ray dilansir Olenka.id Selasa (29/9/2026).
Adapun klaim itu disampaikan Jokowi sesaat setelah memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan lalu.
Menurut Ray pernyataan itu tidak bisa dibaca secara sederhana, itu adalah kode perpisahan buat Prabowo terlebih lagi pernyataan itu berjarak hanya beberapa bulan saja dari pernyataan kontroversial ketua sukarelawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi yang menyinggung percepatan Pemilu 2029 serta upaya melengserkan Prabowo.
Bagi Ray dua pernyataan itu tidak bisa dibaca secara terpisah, keduanya punya kaitan dan tujuan yang sama, yakni mengirim pesan buat Prabowo Subianto.
“Harus dilihat dalam landscape yang lebih luas untuk menafsirkan itu,” ujarnya.
Dua pernyataan itu kata Ray mengonfirmasi dugaan banyak pihak terkait keretakan hubungan Jokowi dan Prabowo.
Menurutnya isu keretakan itu saat ini tidak lagi sekadar rumor, ini adalah fakta yang telah dikonfirmasi Jokowi lewat berbagai pernyataannya.
“Kalau ditanyakan, sesumbar [Jokowi] ini (diarahkan) ke individu apa ke parpol, kalau konteksnya ke individu, itu ya ke Pak Prabowo,” tegas Ray.
Munculnya Partai Solidaritas Indonesia sebagai kendaraan politik yang semakin percaya diri juga menjadi faktor penting.
Jokowi kini telah resmi menjadi bagian dari partai tersebut dan bahkan dipercaya menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan.
Sementara Gibran Rakabuming Raka masih menjalankan tugas sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo.
Namun, Ray melihat kemungkinan bahwa politikus muda itu pada akhirnya memiliki jalur politik sendiri.
Pernyataan Jokowi mengenai partainya disebut dapat dibaca sebagai persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Adapun Jokowi meminta kader tidak takut menghadapi persaingan politik karena partainya diyakininya dapat berkembang menjadi partai besar.
Jokowi juga menegaskan bahwa kader tidak perlu takut menghadapi parliamentary threshold untuk Pemilu 2029.
“Karena meskipun kami ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” kata Jokowi.