TERUNGKAP! Sebelum Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Proses ‘Syuting Rahasia’ di Rumah Susanah

DEMOCRAZY.IDPublik dihebohkan dengan polemik terkait penyebutan nama warga dalam pidato kenegaraan yang kemudian berujung pada penelusuran fakta di lapangan.

Polemik Data Buruh dan Pidato Kenegaraan

Nama Susanah, seorang warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi sorotan publik setelah disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidato tersebut, Presiden menyebut Susanah sebagai buruh harian pengupas bawang dengan tingkat penghasilan yang dinilai fantastis.

“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube TV Parlemen.

Pernyataan tersebut dengan cepat memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Berdasarkan data resmi dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata komoditas bawang merah nasional tercatat berada di kisaran Rp34.546 per kilogram, sementara bawang putih Honan berada di sekitar Rp35.800 per kilogram.

Kontradiksi angka inilah yang kemudian mengundang tanda tanya besar dari berbagai kalangan.

Penelusuran Fakta dan Pengakuan Warga

Di tengah polemik yang berkembang, istri Ketua RT setempat, Iis Isnawati, memberikan keterangan terkait adanya aktivitas pengambilan gambar di kediaman Susanah sebelum acara tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pihak lingkungan tidak pernah menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pihak mana pun.

“Tidak ada satu pihak manapun konfirmasi ke saya bahwa warga saya mau dibawa ke sana, begitu pun dengan kedatangan Kemensos, mau syuting, apa segala macam dari awal ya, nggak ada konfirmasi,” ungkap Iis, Rabu (19/8).

Setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam oleh awak media, terungkap fakta sebenarnya mengenai profesi harian Susanah.

Yang bersangkutan ternyata bukanlah seorang pengupas bawang seperti yang disebutkan dalam pidato, melainkan bekerja sebagai buruh penjahit kain majun atau kain perca dengan sistem pengupahan sekitar Rp700 per kilogram.

Ketua RW Heran Susanah Disebut Sebagai Pengupas Bawang

Ketua RW tempat Susanah tinggal, Atin, mengaku heran setelah mendengar perempuan asal Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disebut sebagai pengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram dalam pidato Presiden Prabowo Subianto.

Atin mengatakan, pekerjaan yang disebutkan dalam pidato tersebut berbeda dengan keseharian Susanah yang selama ini ia ketahui.

Menurut dia, Susanah dikenal bekerja sebagai penjahit dan mencuci ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG), sedangkan suaminya bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.

“Di sini pada heran, kenapa Susanah di sono jadi ngupas bawang?” kata Atin, Senin (17/8/2026).

Keheranan tersebut muncul setelah nama Susanah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Warga ikut kaget dengar pekerjaan Susanah

Atin mengatakan, warga di sekitar tempat tinggal Susanah juga ikut terkejut mendengar kabar tersebut.

Ia mengaku mengenal Susanah dan suaminya cukup baik karena keduanya kerap membeli nasi uduk di tempatnya berjualan.

“Pada bengong di sini juga, pada kaget,” kata Atin.

Menurut Atin, keseharian Susanah selama ini tidak berkaitan dengan pekerjaan mengupas bawang.

Ia mengetahui Susanah bekerja sebagai kuli menjahit dan mencuci ompreng MBG.

Suami Susanah, sementara itu, bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.

Keterangan tersebut membuat kabar soal upah Rp 700.000 per kilogram semakin mengundang tanda tanya di lingkungan tempat tinggal Susanah.

Susanah sempat pamit sebelum ke Jakarta

Atin juga mengungkap bahwa Susanah sempat mendatanginya sebelum berangkat ke Jakarta.

Susanah datang ke rumah Ketua RW untuk memberitahukan rencana keberangkatannya.

“Dia ke sini dulu, dia mau berangkat dia ke sini (rumah RW) ngasih tahu,” kata Atin.

Atin menyebut dirinya mengetahui Susanah dijemput untuk pergi ke Jakarta menjelang peringatan 17 Agustus.

Namun, ia tidak mengetahui bahwa Susanah kemudian akan diperkenalkan sebagai pengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram.

Sempat menjalani pemotretan di kampung

Sebelum dijemput ke Jakarta, Susanah juga disebut sempat menjalani pemotretan di sekitar kampung tempat tinggalnya.

“Difoto-foto dulu di sini, bukan sekarang ketemu sekarang bawa, enggak,” kata Atin.

Menurut pengetahuannya, lokasi pemotretan berada di pinggir jalan dekat rumah Susanah.

“Di foto-foto di pinggir jalan ini, di dekat tiang listrik tuh, pengkolan jalan ini,” katanya.

Atin mengatakan, pemotretan juga dilakukan ketika Susanah memasukkan tas dan masuk ke dalam mobil bersama suaminya.

“Masukin tas foto, masuk ke mobil foto, suruh masuk suaminya foto lagi,” imbuhnya.

Rangkaian pemotretan tersebut menjadi salah satu hal yang kemudian ikut mendapat perhatian setelah nama Susanah viral.

Pekerjaan Susanah disebut berbeda

Keterangan Atin sejalan dengan penjelasan keluarga Susanah yang sebelumnya menyebut perempuan berusia 38 tahun itu bukan pengupas bawang.

Keluarga mengatakan Susanah bekerja sebagai penjahit kain lap majun dan memiliki pekerjaan lain di lingkungan program MBG.

Atin menyebut Susanah bekerja menjahit dan mencuci ompreng MBG.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar semakin bertanya-tanya ketika mendengar Susanah disebut sebagai pengupas bawang.

Keheranan warga tidak hanya berkaitan dengan jenis pekerjaan, tetapi juga besaran upah Rp 700.000 per kilogram yang disebut dalam pidato.

Artikel terkait lainnya