TERKUAK! Sosok Susanah Buruh Kupas Bawang Yang Disebut Prabowo Digaji Rp 700 Ribu, Ternyata Bekerja di Dapur MBG

DEMOCRAZY.IDPresiden Prabowo Subianto memperkenalkan sejumlah sosok penerima manfaat program pemerintah dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Salah satu sosok yang menyita perhatian publik adalah Ibu Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Terlepas dari penyebutan profilnya oleh presiden dalam forum kenegaraan tersebut, Susanah merupakan potret nyata perjuangan seorang ibu tangguh yang gigih menopang ekonomi keluarga dengan berbagai celah peluang.

Dikutip dari laman Komdigi, Susanah sehari-hari bekerja sebagai penjahit kain majun.

Dari pekerjaan itu, ia mendapatkan upah Rp 700 dari setiap kilogram kain majun yang dijahitnya.

Dalam sehari, ia bisa menjahit hingga 20 kilogram kain majun, artinya rata-rata ia mendapatkan upah sebesar Rp 14.000.

Namun pendapatan itu, bisa lebih besar lagi di hari libur. Sebab, jumlah kan yang dikerjakannya bersama para ibu lainnya dapat mencapai 50 kilogram.

“Jam 7 (pagi) menjahit sampai siang,” kata Susanah dalam wawancara dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip detikJabar dari laman resmi Komidigi, Sabtu (15/8/2026).

Pekerjaan Kedua: Bekerja di Dapur MBG

Pekerjaan Susanah tidak berhenti pada siang hari. Sekitar pukul 13.00, ia bergegas menuju dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di sana, Susanah bekerja sebagai pencuci ompreng untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

Sementara itu, Didim bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya tidak menentu karena pekerjaan tidak selalu tersedia.

Bahkan, terdapat masa ketika Didim tidak mendapatkan pekerjaan selama dua hingga tiga minggu.

Prioritaskan Pendidikan Anak

Walau ekonominya pas-pasan, pasangan Susanah dan Didim tetap memprioritaskan pendidikan bagi ketiga anaknya.

Ia tak ingin pengalaman putus sekolah kembali terjadi kepada buah hatinya.

“Sekolah pokoknya penting buat anak. Dari mana jalannya, meskipun utang-utang, tetap sekolah. Biar dapat ijazah, biar enak ngelamar kerjanya,” ucapnya.

Harapan itu yang mendorongnya terus bekerja. Ia menyimpan asa, lewat pendidikan anak-anaknya punya peluang untuk memiliki kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik,

Saat ini, Susanah dan keluarganya tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia juga pernah menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Susanah mengaku PKH membantu menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Sementara kehadiran program MBG memberikan kesempatan baginya untuk memperoleh pekerjaan tambahan.

“Dampaknya sih alhamdulillah ya, ekonomi jadi kebantu,” kata Susanah.

Ingin Punya Usaha Sendiri

Walau mempunyai pekerjaan ganda dalam satu hari, Susanah tetap menyimpan mimpi untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Cita-citanya sederhana, punya usaha peternarkan ayam.

“Kalau ekonomi membaik ya penginnya punya usaha sendiri, enggak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan gunting saja punya bos,” katanya.

Selain PKH dan kesempatan bekerja dalam program MBG, keluarganya juga merasakan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Ketiga anak Susanah tercatat mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Susanah pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas berbagai program pemerintah yang telah dirasakan keluarganya.

“Terima kasih sudah ngadain Bansos PKH buat kita-kita yang kurang mampu. Sama program MBG, saya jadi bisa kerja di MBG, jadi bisa bantu-bantu suami, nambah penghasilan. Sama program PIP, alhamdulillah anak saya tiga-tiganya juga dapat PIP,” tutupnya.

Artikel terkait lainnya