DEMOCRAZY.ID – Kepolisian Resor Karo, Sumatera Utara, mengungkap motif pembunuhan Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe Aspira Surbakti dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka.
Kapolres Karo AKBP Febriandi Haloho di Kabanjahe, mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka berinisial AD dan RS diduga merencanakan pencurian di rumah korban setelah memantau aktivitas korban selama sekitar dua bulan.
“Kedua pelaku itu merencanakan pencurian dengan memata-matai aktivitas korban selama dua bulan terakhir. Mereka tahu korban tinggal seorang diri dan memiliki barang serta kendaraan mewah,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Selasa (29/9/2026).
Kedua tersangka ditangkap tim gabungan Polres Karo, Tim Jatanras Polda Sumatera Utara, dan Polrestabes Medan di kawasan Jermal, Kota Medan.
Menurut Febriandi, AD dan RS merupakan mantan buruh bangunan yang pernah bekerja di kompleks perumahan tempat korban tinggal sehingga mengetahui kondisi lingkungan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, kedua tersangka berangkat dari Medan menuju Kabanjahe menggunakan kendaraan travel.
Keduanya kemudian diduga menyusup ke rumah korban sekitar pukul 04.00 WIB melalui bagian belakang rumah dan masuk melalui atap kaca.
Namun, aksi tersebut diketahui korban sehingga kedua tersangka kemudian diduga menyerang korban hingga meninggal dunia.
Setelah itu, kedua tersangka diduga mengambil uang tunai milik korban senilai Rp30 juta, sejumlah perhiasan berupa anting dan jam tangan, serta membawa kabur satu unit mobil milik korban menuju Kota Medan.
Polisi menyebut kedua tersangka sempat menggunakan sebagian uang hasil kejahatan tersebut untuk membeli telepon seluler dan memenuhi kebutuhan pribadi.
Dalam pengungkapan perkara itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil milik korban, sejumlah perhiasan, serta sisa uang tunai yang diduga hasil kejahatan.
Febriandi mengatakan berdasarkan hasil penyidikan sementara, motif tindak pidana tersebut adalah menguasai harta benda korban dan polisi belum menemukan keterkaitan dengan motif asmara.
Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi mengenai korban di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keamanan lingkungan perumahan, serta segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan melalui Call Center 110 Polres Karo,” katanya.