DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, mendapat tantangan untuk ikut memeriksa keaslian dan status ijazah Presiden Prabowo Subianto.
Tantangan tersebut disampaikan pegiat media sosial Ferry Koto.
Ia menyoroti sikap Denny yang sebelumnya aktif mempertanyakan dokumen pendidikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ferry mempertanyakan apakah Denny juga tertarik menelusuri dokumen pendidikan yang digunakan Prabowo ketika mendaftarkan diri sebagai calon presiden.
“Saya penasaran, Prof Denny apakah tidak tertarik melakukan pengecekan juga soal ijazah yang digunakan Presiden Prabowo?” kata Ferry dalam unggahannya di X, Senin (17/8/2026).
Ferry kemudian mempertanyakan ijazah yang digunakan Prabowo saat mengikuti kontestasi Pilpres.
Ia menyinggung riwayat pendidikan Prabowo yang pernah menempuh pendidikan menengah di luar negeri serta pendidikan militer di Indonesia.
“Ijazah apa yang dipakai daftar Capres? Apakah ijazah SMA-nya yang dari luar negeri? Sudah disetarakan? Atau ijazah lulusan Akabri?” ujarnya.
Menurut Ferry, persoalan tersebut menarik untuk ditelusuri karena pada masa Prabowo menempuh pendidikan militer, lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) belum disetarakan dengan jenjang pendidikan diploma maupun sarjana seperti saat ini.
“Ingat masa itu lulusan Akabri belum disetarakan dengan D3 ataupun D4, apalagi S1. Dan Pak Prabowo tidak pernah menempuh pendidikan akademik di luar pendidikan militer,” kata Ferry.
Ferry kemudian membandingkan riwayat pendidikan Prabowo dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia menyebut SBY memiliki gelar akademik dari Webster University serta pendidikan doktoral dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebelum menjabat sebagai presiden.
“Berbeda dengan Pak SBY misalnya, beliau berijazah S2 resmi yang sudah diakui sebelum jadi Presiden dari Webster Uni dan S3 dari IPB,” ujarnya.
Ferry pun meminta Denny menelusuri status pendidikan Prabowo secara terbuka, termasuk dokumen pendidikan yang menjadi dasar pencalonannya sebagai presiden.
“Coba kalau berani Prof pertanyakan itu, apakah Presiden kita saat ini hanya diakui pendidikan SMA-nya dengan lampirkan penyetaraan ijazah SMA? Atau diakui S1?” kata Ferry.
Pertanyaan tersebut disampaikan Ferry di tengah polemik mengenai dokumen pendidikan sejumlah pejabat publik yang kembali menjadi perhatian.
Sebelumnya, Denny Indrayana membuat sayembara untuk menemukan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Denny menawarkan hadiah Rp300 juta bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah yang dimaksud.
Melalui unggahannya di media sosial, Denny kembali memperbarui informasi mengenai sayembara tersebut.
“Update sayembara ijazah SMA Gibran, yang dicari ijazah SMA, yang ketemu karet gelang,” ujar Denny.
Denny juga menyebut belum ada pihak yang berhasil memenuhi tantangan tersebut.
“Belum seminggu, sumbangan untuk hadiah sayembara menemukan ijazah Gibran sudah naik 300 persen,” katanya.
“Per detik ini, hadiahnya sudah naik menjadi Rp300 juta,” tambah Denny.
Tantangan Ferry kepada Denny terkait dokumen pendidikan Prabowo kini menambah daftar polemik mengenai ijazah dan riwayat pendidikan pejabat publik yang menjadi perbincangan di ruang publik.