DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengungkap alasan belum adanya posisi presiden dalam Kabinet Bayangan.
Hal tersebut disampaikan Feri dalam siniar bersama koleganya, sesama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.
Siniar tersebut tayang di YouTube Refly Harun pada Jumat (21/8/2026).
“Kami sudah menduga, kalau ada presiden bayangan, interpretasinya jadi liar,” kata Feri yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Feri mengatakan pihaknya tidak ingin perjuangan Kabinet Bayangan justru dibawa ke isu lain yang berbeda dari agenda yang mereka perjuangkan.
“Jadi jangan sampai orang menduga ke mana-mana, sehingga pendekatan check and balances yang kami bangun, akan disumirkan dengan mereka ingin mendorong ini jadi presiden 2029,” ucap Feri.
Meski demikian, Feri tidak menutup kemungkinan adanya usulan untuk menghadirkan posisi presiden dalam Kabinet Bayangan.
“Belum ke sana kita. Belum ke sana,” ujarnya.
Menurut Feri, hal tersebut akan bergantung pada perkembangan kondisi politik ke depan, termasuk apakah diperlukan dan memungkinkan adanya calon alternatif untuk Pilpres 2029.
“Karena kita belum tahu ke depan, siapa tahu publik tidak nyaman lagi dengan pemerintahan sekarang, sehingga ada calon-calon alternatif baru yang bagus,” jelas Feri.
Namun, hingga saat ini, Feri memastikan belum ada rencana untuk menghadirkan posisi Presiden Kabinet Bayangan.
“Menurut kami kenapa tidak? Tapi sejauh ini belum ke arah sana,” imbuhnya.
Ia menegaskan, untuk saat ini pihaknya hanya ingin memastikan agenda koreksi terhadap pemerintah dapat berjalan.
“Kami ingin memastikan agenda check and balances kepada pemerintah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kabinet Bayangan terdiri dari 15 menteri yang berasal dari berbagai latar belakang.
Berikut daftar menteri Kabinet Bayangan beserta pejabat atau kementerian yang dibayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi: