DEMOCRAZY.ID — Sorotan tajam kembali diarahkan pada dinamika internal Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Evaluasi mengenai efektivitas kinerja menteri menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat kebijakan publik.
Pengamat Kebijakan Publik, Syukur Mandar, secara terbuka mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya dikelilingi oleh para loyalis semata, melainkan juga figur-figur yang memiliki kapasitas intelektual dan ketajaman strategis dalam mengeksekusi setiap kebijakan presiden.
Dalam pandangannya, titik lemah utama pemerintahan saat ini justru terletak pada lingkaran dalam kabinet.
Syukur menilai bahwa banyak menteri yang duduk di jajaran pemerintahan belum sepenuhnya mampu mengoperasikan visi dan keinginan presiden secara efektif di lapangan.
“Nah, Presiden Prabowo harus memastikan bahwa lingkaran dia tidak hanya orang loyalis, tapi orang yang jenius juga. Dan saya melihat itu titik lemah presiden. Di mana orang-orang yang ditempatkan dekat itu tidak bisa mengoperit keinginan presiden secara baik,” ujar Syukur dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (20/8).
Ia menegaskan bahwa akar permasalahan dari berbagai hambatan birokrasi sering kali bersumber dari internal kabinet itu sendiri.
Menurutnya, ukuran loyalitas seorang menteri tidak sekadar ditunjukkan melalui kehadiran dalam rapat, gestur tepuk tangan, atau pujian seremonial, melainkan pada kemampuan manajerial dalam mengendalikan regulasi.
“Loyalitas pada presiden diukur dari kemampuan dia mengendalikan regulasi yang dibuat oleh presiden yang dilimpahkan kepada dia. Kementerian badan dan lembaga yang dia pimpin. Regulasinya harus dijalankan secara baik. Tata kelolanya harus baik. Mereka yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Syukur menambahkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah kementerian kerap menemui kendala dalam mengeksekusi program kerja, sehingga mengharuskan Presiden Prabowo untuk turun tangan secara langsung guna membenahi persoalan tersebut.
Sebagai catatan, struktur Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo saat ini diisi oleh total 112 anggota, yang mencakup 48 menteri, 56 wakil menteri, serta 8 pejabat setingkat menteri atau kepala badan.
Guna menjaga kesinambungan transisi dan stabilitas pemerintahan, komposisi tersebut turut merangkul kembali 17 menteri dari Kabinet Indonesia Maju era Presiden ke-7 Joko Widodo, serta mempertahankan 9 wakil menteri dari periode sebelumnya.
Dengan kompleksitas struktur dan latar belakang menteri yang beragam, tuntutan terhadap pengawasan tata kelola dan profesionalisme birokrasi menjadi semakin mendesak agar seluruh agenda pembangunan nasional dapat berjalan sesuai target yang dicanangkan.