Kena Semprot Istana! Prabowo Evaluasi Total Kabinet, Gaya Selengean Dody Hanggodo Ikut Disorot Tajam

DEMOCRAZY.ID – Gaya bahasa selengean Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendapat tanggapan pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab soal ada tidaknya evaluasi terhadap Dody.

Tidak menanggapi spesifik, Pras menegaskan bahwa evaluasi dari Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet merupakan hal rutin dan terus menerus dilakukan.

“Evaluasi dalam artian saling berkoordinasi, dalam artian saling memberikan masukan karena ada beberapa hal yang memang tergantung konteksnya ya,” kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Bicara evaluasi dari sisi kinerja para pembantu presiden di kabinet, Pras menegaskan ada cara dan sudut pandang sendiri dalam memberikan penilaian.

Serupa halnya dengan mengevaluasi cara berkomunikasi yang berkenaan dengan karakter masing-masing menteri, Pras mengatakan parameter atau indikator dan cara mengevaluasinya berbeda.

Pras menegaskan bahwa Prabowo mencatat secara keseluruhan hal-hal yang dilakukan anak buahnya.

Catatn tersebut menjadi evaluasi untuk bahan perbaikan ke depan.

“Jadi kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah menteri, salah seorang menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki gitu,” kata Pras.

Sebelumnya diketahui, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo disebut-sebut menjadi calon kuat bakal diganti dalam perombakan kabinet atau reshuffle pada bulan Agustus 2026.

Seorang Sumber kepada redaksi, Senin (20/7/2026) mengatakan, gejolak di internal Kementerian PU menjadi dasar penggantian Dody sebagai menteri.

“Presiden Prabowo tidak menyukai menteri yang memicu kegaduhan ataupun polemik di tengah masyarakat,” kata dia.

Ia mengatakan, keharmonisan antara menteri dengan para bawahan juga menjadi penilaian seseorang layak dipertahankan ataupun melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu presiden.

“Sejumlah informasi soal menteri PU sudah disampaikan kepada presiden. Kemungkinan, Agustus terdapat reshuffle,” kata dia.

Sementara satu Sumber lainnya juga mengakui terdapat wacana perombakan kabinet pada Agustus. Dody dikatakan menjadi salah satu menteri yang berpotensi diganti.

“Penggantinya belum pasti. Biasanya berasal dari partai yang sama,” kata dia.

Tapi, kata dia, bisa juga Kementerian PU tidak lagi dipimpin sosok dari Partai Demokrat sebagaimana Dody.

“Bisa juga partai yang sama tetap mendapat jatah menteri, tapi di pos lain. Itu bila presiden menilai Menteri PU lebih baik dari kalangan profesional atau dari ASN internal kementerian tersebut.”

Selain Dody, dia mengatakan ada satu menteri lainnya yang juga sedang terbelit skandal, berpotensi terkena reshuffle.

“Ada menteri dari kelompok lama. Pak Prabowo memang memberi waktu 2 tahun sejak dilantik untuk melihat apakah pekerjaannya baik atau tidak. Bila tidak baik, maka diganti,” kata dia.

Alasan Bicara Selengean

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan pembelaan atas sorotan terhadap gaya bicaranya yang dianggap slengean.

Dody menegaskan gaya bicaranya tersebut tidak terlepas dari latar belakang dirinya sebagai orang swasta dan asal Jawa Timur.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah,” kata Dody di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dody mengatakan ia akan bicara secara serius bika membahas hal-hal yang teknis. Sedangkan menanggapi sejumlah rumor, Dody memberi respons santai.

“Kecuali sesuatu yang… sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius. Kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua, gimana,” kata Dody.

Artikel terkait lainnya