GEGER! Video Terbaru Dedi Mulyadi dan Keisha Tuai Sorotan, Singgung Masalah KIP hingga Ayah Tak Bertanggung Jawab

DEMOCRAZY.ID – Sebuah percakapan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan seorang mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) mendadak menjadi sorotan publik.

Video percakapan tersebut ramai beredar di media sosial setelah direkam dalam kegiatan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) 2026 pada 10 Agustus 2026.

Dalam rekaman itu, KDM berbincang dengan Keisha, mahasiswa asal Garut.

Percakapan yang awalnya membahas persoalan pribadi Keisha kemudian berkembang menjadi pembicaraan mengenai kondisi keluarganya.

Berawal dari Cerita soal Keluarga

KDM semula menanyakan persoalan yang sedang dihadapi Keisha.

Mahasiswi tersebut kemudian menceritakan kondisi keluarganya, termasuk bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah diterimanya sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Percakapan kemudian menyinggung apakah Keisha tengah mencurahkan isi hati atau membutuhkan bantuan finansial.

Namun, Keisha langsung menegaskan bahwa dirinya tidak sedang meminta bantuan.

KDM lalu bertanya mengenai keberadaan ayah Keisha.

“Terus bapaknya masih ada?” tanya KDM dalam video tersebut.

Keisha menjawab singkat bahwa ayahnya tidak bertanggung jawab.

“Bapak aku nggak tanggung jawab,” jawab Keisha.

Pernyataan tersebut kemudian diikuti respons KDM yang menjadi bagian paling banyak diperbincangkan setelah video beredar luas.

“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang nggak bertanggung jawab? Pilih yang bertanggung jawab dong,” ujar KDM.

Ucapan tersebut menuai perhatian karena menyentuh persoalan keluarga dan kondisi pribadi Keisha.

Keisha: Saya Tidak Bisa Memilih Dilahirkan dari Keluarga Mana

Dalam percakapan tersebut, Keisha kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pilihan mengenai kondisi keluarga tempat ia dilahirkan.

Ia juga menjelaskan bahwa ayahnya masih hidup. Namun, menurut Keisha, sang ayah jarang memberikan kabar maupun dukungan kepadanya.

Keisha mengaku pernah bertemu dengan ayahnya. Kendati demikian, hubungan komunikasi serta dukungan yang diterimanya disebut masih sangat minim.

Potongan percakapan tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.

Sebagian perhatian publik tertuju pada pilihan kata dalam percakapan tersebut, terutama ketika pembahasan mengenai kondisi keluarga Keisha disampaikan di hadapan banyak orang.

Muncul Surat Terbuka untuk Keisha

Setelah video tersebut menjadi perbincangan, muncul surat terbuka dari keluarga besar Program Studi Administrasi Pemerintahan UNPAD.

Surat tersebut berisi ajakan kepada keluarga besar program studi untuk memberikan dukungan kepada Keisha di tengah ramainya perhatian publik terhadap percakapan tersebut.

Dalam surat itu disebutkan bahwa Keisha merasa malu dan kehilangan semangat untuk menjalani perkuliahan setelah percakapan dengan KDM menjadi sorotan.

“Sebagai keluarga besar Administrasi Pemerintahan, rasanya penting bagi kita untuk hadir memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada Keisha,” demikian salah satu bagian surat tersebut.

Publik Kini Menyoroti Dampak Video Viral

Peristiwa tersebut tidak hanya memunculkan perdebatan mengenai isi percakapan KDM dan Keisha. Perhatian juga mulai bergeser pada dampak yang dialami mahasiswa baru tersebut setelah kisah keluarganya menjadi konsumsi publik.

Kasus ini kembali membuka perbincangan mengenai batas antara dialog publik, penyampaian motivasi, serta sensitivitas ketika persoalan pribadi seseorang dibicarakan di ruang yang disaksikan banyak orang.

Bagi Keisha, persoalan tersebut kini bukan sekadar percakapan yang terjadi dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru.

Video yang kemudian viral telah membuat kisah keluarganya diketahui jauh lebih banyak orang.

Di tengah derasnya sorotan tersebut, dukungan dari lingkungan kampus pun muncul agar Keisha tetap memiliki semangat menjalani kehidupan akademiknya sebagai mahasiswa baru UNPAD.

Artikel terkait lainnya