DEMOCRAZY.ID – Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat.
Ketua Bidang Komunikasi Politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini menyoroti tudingan soal keaslian ijazah Jokowi yang masih terus bergulir meski Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berulang kali memberikan klarifikasi.
Faldo menegaskan UGM sebagai institusi yang menerbitkan ijazah Jokowi telah menyatakan bahwa Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
Menurut dia, penjelasan tersebut bukan baru sekali disampaikan.
“UGM kan memang secara resmi sudah menjelaskan ini, bukan sekali, Oktober 2022, terus juga April 2025, dan sudah berkali-kali institusi resmi yang mengeluarkan ijazah itu menyampaikan bahwa (ijazah Jokowi) ini asli,” kata Faldo, dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (20/9/2026).
UGM memang pernah menegaskan status Jokowi sebagai alumnus Fakultas Kehutanan pada Oktober 2022.
Saat itu, Rektor UGM menyatakan Jokowi merupakan mahasiswa angkatan 1980 dan dinyatakan lulus pada 1985.
UGM juga menyatakan memiliki data serta dokumen akademik yang mendukung status tersebut.
Penegasan serupa kembali disampaikan UGM pada April 2025.
Dalam keterangan resminya, kampus menyebut Jokowi menjalani seluruh proses studi sejak 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan lulus pada 5 November 1985.
Faldo menilai polemik tersebut perlu dilihat secara proporsional, terutama dalam membedakan kritik dengan tudingan yang telah dibantah oleh institusi terkait.
Pernyataan itu disampaikan Faldo saat menanggapi tudingan Roy Suryo mengenai ijazah Jokowi.
“Kita ingin mengajak publik untuk membedakan bagaimana kritik yang sehat, karena kan ini bicara soal pencemaran nama baik dan tudingan yang sudah dibantah institusi berkali-kali, tapi terus disebar nih kepada publik,” tuturnya.
Dia juga meminta publik melihat posisi UGM sebagai institusi pendidikan yang memiliki reputasi dan tanggung jawab kelembagaan.
“Kami ingin menyampaikan bahwa UGM itu kan bukan pihak yang punya kepentingan politik di sini, begitu juga ke Pak Sangaji (Abdul Gafur Sangadji, kuasa hukum Roy Suryo),” imbuhnya.
Menurut Faldo, reputasi UGM menjadi salah satu hal yang dipertaruhkan jika kampus tersebut memberikan keterangan yang tidak benar mengenai status akademik alumninya.
“Itu kan institusi pendidikan yang punya kewajiban hukum menjaga integritas, dan kalau seandainya institusi pendidikan berbohong soal status kelulusan mahasiswanya sendiri, taruhannya kan reputasi institusi yang sudah berdiri puluhan tahun,” kata dia.
Dalam berbagai keterangannya, UGM menyatakan Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan.
Pada 2025, kampus juga kembali menegaskan posisi tersebut setelah muncul pernyataan yang mempertanyakan status Jokowi sebagai lulusan UGM.
UGM menyatakan pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data dan bukti akademik yang dimiliki Fakultas Kehutanan.
Sebelumnya, pada Oktober 2022, UGM juga menjelaskan bahwa format ijazah Jokowi tidak bisa disamakan begitu saja dengan format ijazah masa kini.
Saat itu belum ada komputerisasi dan belum terdapat standardisasi format ijazah seperti sekarang.
UGM menyatakan memiliki dokumen arsip terkait hal tersebut.
Bahkan, alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 ikut memberikan kesaksian.
Mereka menyatakan Jokowi merupakan bagian dari angkatan tersebut dan menunjukkan sejumlah bukti, termasuk foto semasa kuliah hingga ijazah alumni.
Meski klarifikasi UGM telah berulang kali disampaikan, polemik mengenai ijazah Jokowi belum sepenuhnya berhenti.
Sebagian pihak masih mempertanyakan dokumen tersebut dan meminta keterbukaan lebih jauh.
Pakar komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga misalnya menilai pernyataan dari universitas belum cukup bagi sebagian publik.
Menurut Jamiluddin, Jokowi dapat memberikan transparansi secara langsung dengan menunjukkan ijazah aslinya.
“Pernyataan universitas belum cukup bagi sebagian publik. Yang mereka tunggu adalah keterbukaan langsung dari Presiden Jokowi misalnya dengan menunjukkan ijazah aslinya,” ujar Jamiluddin.
Dengan demikian, polemik kini tidak hanya berkutat pada pernyataan UGM mengenai status Jokowi sebagai alumnus, tetapi juga pada tuntutan sebagian pihak agar dokumen yang menjadi objek perdebatan dibuka secara langsung kepada publik.
Di tengah perdebatan tersebut, posisi resmi UGM sejauh ini tetap sama: Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyelesaikan studinya pada 1985.