DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik setelah melontarkan kata “goblok” saat menyinggung pakar yang mengkritik pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
transnusaAwalnya, Prabowo berbicara soal visi Indonesia sejahtera, persoalan gizi anak, dan pentingnya meningkatkan kualitas generasi muda.
Setelah itu, ia menyinggung pakar yang menurutnya terlalu merasa pintar.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok,” ujar Prabowo.
Potongan pidato tersebut kemudian viral di media sosial.
Prabowo menyebut ada pakar yang melontarkan fitnah, namun ia memilih tidak memperpanjang persoalan.
Ia bahkan mengatakan akan memaafkan jika yang bersangkutan menyadari kesalahannya.
“Kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual,” katanya.
Prabowo:
Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya.
Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar.
Saking pintarnya, saking pintarnya jadi 𝗴𝗼𝗯𝗹𝗼𝗸. pic.twitter.com/DlMKbFU2Qb
— Jejak digital. (@arsipedia) September 18, 2026
Ucapan dengan diksi keras bukan kali pertama muncul dalam pidato Prabowo.
Berikut rangkuman sejumlah istilah yang pernah menuai sorotan:
Disampaikan pada HUT ke-17 Partai Gerindra, Februari 2025, saat merespons kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ukuran kabinet.
Dalam bahasa Jawa, kata itu bermakna harfiah “kepalamu” namun sering digunakan sebagai umpatan.
Diucapkan saat masih calon presiden di masa kampanye Pilpres 2024.
Prabowo merespons penilaian 11 dari 100 yang diberikan Anies Baswedan terhadap kinerjanya saat debat.
“Jawaban seorang anak Betawi: kalau dari ente, mah, emang gue pikirin?” kata Prabowo di Pekanbaru, Januari 2024.
Muncul pada Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, 5 Februari 2025.
Dalam konteks itu, Prabowo menceritakan dirinya pernah disebut “tolol” dan “bajingan yang tolol” oleh pihak lain, bukan menyerang balik.
Disampaikan pada Harlah ke-28 PKB di Jakarta, 23 Juli 2026, saat membahas pihak yang dinilai melayani kepentingan asing.
Ia mengaitkan istilah tersebut dengan wartawan, analis, dan LSM.
Secara historis, “londo ireng” berarti “Belanda hitam” dan merujuk pada pribumi yang dituduh bekerja sama dengan kolonial Belanda.
Diucapkan saat Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Juni 2026, saat menirukan gaya orang yang menurutnya hanya nyinyir terhadap kondisi ekonomi.
Pernyataan di HUT PAN 2026 ini menjadi yang terbaru dan kembali memicu perdebatan di media sosial soal gaya komunikasi Presiden.
👇👇
Kumpulan kosakata dari pidato Prabowo selaku Presiden Republik Indonesia:
“Nyenyenyenye”
“Anjing.”
“Ndasmu!”
“Emang gue pikirin”Mahal2 sekolahin anak, tapi punya Presiden kayak gini. Ngga ngajarin cara ngmg yg sopan & attitude yg baik#IndonesiaGelap pic.twitter.com/ymD80NjmhV
— hot cocoa (@bismillahyuk_) June 25, 2026