Dokter Tifa Tegaskan ‘Hijrah’ Bukan Mundur, Bongkar Tawaran Fantastis Rp50 Miliar!

DEMOCRAZY.IDDokter Tifa merespons kritik terhadap keputusannya untuk “hijrah” dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Melalui unggahan di media sosial, Dokter Tifa menegaskan bahwa hijrah bukan berarti mundur atau pengecut.

Ia kemudian mengaitkan istilah tersebut dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.

“HIJRAH ITU BUKAN MUNDUR! Ampun deh. Malah sampai disebut pengecut segala macam. Allahuakbar,” tulis Dokter Tifa, Sabtu, (8/8/2026).

Ia mempertanyakan pemahaman umat Muslim mengenai makna hijrah dalam sejarah Islam.

Menurutnya, hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW bukan bentuk kemunduran dalam perjuangan, melainkan bagian dari upaya membangun kekuatan dan mempersiapkan langkah selanjutnya.

“Apakah beliau mundur dari perjuangan menyebarluaskan Islam? TIDAK! Apakah lantas beliau pengecut! TIDAK SAMA SEKALI!” tegasnya.

Dokter Tifa mengatakan hijrah Rasulullah SAW menjadi teladan bagi umat Muslim, termasuk dirinya.

“Beliau berhijrah untuk membangun kekuatan, menghimpun energi, mengkonsolidasikan pemikiran, mengembangkan jejaring, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, menyelesaikan masalah umat, dan menerima petunjuk Allah dengan lebih tenang,” tulisnya.

Klaim Telah Meneliti Ijazah Jokowi Selama Bertahun-tahun

Dokter Tifa kemudian menjelaskan alasan dirinya memilih berhenti berkutat pada persoalan ijazah Joko Widodo.

Ia mengklaim telah memperjuangkan dan meneliti isu tersebut sejak 2022.

“Saya hijrah dari urusan Ijazah Jokowi. Karena saya memperjuangkan kebenaran ini sejak tahun 2022, jauh sebelum orang-orang lain melakukannya. Saya mengkaji, meneliti, mengobservasi dalam hening dan diam,” ujarnya.

Ia menyebut isu tersebut kemudian menjadi perhatian luas setelah dirinya dilaporkan ke polisi oleh Joko Widodo pada 30 April 2025.

Dokter Tifa mengklaim telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti persoalan tersebut, ditambah masa ketika dirinya berhadapan dengan proses hukum.

“Artinya total 4 tahun saya meneliti ijazah ini. Ditambah 450 hari saya dikriminalisasi. Artinya 1.460 hari + 450 hari = 1.910 hari saya menghabiskan waktu untuk mengurusi ijazah ini,” tulisnya.

Ia juga mengklaim telah mengeluarkan biaya pribadi dalam perjuangannya tersebut.

“Berapa miliar rupiah saya keluarkan untuk berjuang dengan segala macam perjuangan ini. Keluar dari kantong sendiri! Tanpa bohir!” ungkapnya.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut kemudian dituangkan dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper yang disebut rampung pada Agustus 2025.

Singgung Proses Hukum

Dokter Tifa juga menyinggung proses hukum yang dijalaninya. Ia menyebut pernah berstatus sebagai saksi, terlapor, tersangka hingga terdakwa.

Ia juga mengaku pernah ditahan dan menjalani persidangan.

“Ditahan, disidang, kemudian setelah berjuang empat kali sidang duduk di kursi terdakwa,” tulisnya.

Menurut Dokter Tifa, pada 23 Juli 2026 status terdakwanya dinyatakan batal demi hukum.

Karena itu, dia mempertanyakan kritik terhadap keputusannya untuk “hijrah” dari polemik tersebut.

“Lalu saya mau berhijrah kok pada protes. Bahkan memaki saya pengecut,” tulisnya.

Ia juga menanggapi isu yang menyebut dirinya diam-diam pergi ke Solo.

“Bahkan sekarang ini isu mencuat saya dikatakan diam-diam ke Solo. Allahuakbar!” ujarnya.

Klaim Tawaran Restorative Justice Rp50 Miliar

Dalam unggahannya, Dokter Tifa juga mengungkap klaim bahwa dirinya pernah mendapat tawaran penyelesaian melalui restorative justice yang disertai paket senilai Rp50 miliar.

Ia menegaskan tawaran tersebut tidak diterimanya.

“Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari. Dan saya buka transparan ini: Tawaran Restorative Justice kepada saya lengkap dengan paket Rp50 M! Apakah saya ambil? TIDAK!” tulisnya.

Karena itu, ia membantah anggapan bahwa dirinya mundur atau menyerah dalam perjuangan yang selama ini dijalaninya.

“Saya hijrah karena tugas saya sebagai peneliti sudah saya tunaikan. Tugas saya sebagai pejuang sudah saya tunaikan!” tegasnya.

Ia mengatakan perjuangannya dalam perkara tersebut dinilai telah selesai setelah eksepsinya diterima dan dirinya dinyatakan bebas.

“Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas. Karena itu saya katakan: saya hijrah,” ujarnya.

Sebut Banyak Persoalan Lain yang Perlu Diperhatikan

Dokter Tifa mengatakan dirinya kini ingin mengalihkan perhatian pada berbagai persoalan lain yang menurutnya membutuhkan kontribusi dan pemikiran.

Ia menyebut sejumlah isu, mulai dari ancaman kesehatan, teknologi vaksin, senjata biologis, gangguan mental, geopolitik, persoalan sosial dan kesejahteraan, hingga masalah gizi buruk dan meningkatnya angka infeksi.

“Saya mau urusi banyaaak sekali masalah-masalah yang di depan mata,” tulisnya.

Namun, Dokter Tifa menegaskan dirinya tetap akan menempuh langkah hukum jika status bebas yang disebutnya telah diperoleh kembali dipersoalkan.

Menurutnya, dirinya baru dinyatakan bebas selama tiga hari sebelum kembali mendapat panggilan sidang.

“Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong. Saya bebas cuma tiga hari lalu tiba-tiba jadi terdakwa lagi dengan panggilan sidang,” tulisnya.

Ia menyebut akan menggunakan mekanisme hukum yang tersedia, termasuk mengajukan praperadilan.

“Maka saya mengajukan Praperadilan!” tegasnya.

Dokter Tifa juga menyebut dirinya akan kembali menjalani proses persidangan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Minta Dukungan

Di akhir unggahannya, Dokter Tifa meminta dukungan dari pihak-pihak yang selama ini mengikuti perjuangannya.

Ia secara khusus mengajak pendukungnya membeli buku yang ditulisnya sebagai bentuk dukungan.

“Beli buku saya kek. Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini,” tulisnya.

Ia juga mengkritik pihak yang menurutnya hanya aktif memberikan komentar tanpa memberikan dukungan nyata.

“Bantu beli buku kagak. Datang temani saya bersidang kagak. Menghujat paling duluan,” tulisnya.

Di akhir unggahan, Dokter Tifa menutup dengan nada bercanda terkait lipstik miliknya.

“Mana lipstik saya kok keselip. Giliran mau dipake ngilang. Sebel!” tulisnya.

Artikel terkait lainnya