Bursa Cawapres Prabowo 2029! Hendri Satrio Ungkap 7 Nama Kuat, Gibran Dibuang?

DEMOCRAZY.IDBursa calon wakil presiden untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto jika kembali maju pada Pilpres 2029 mulai menjadi pembahasan.

Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat melihat setidaknya ada dua kelompok figur yang dapat dipertimbangkan Prabowo, yakni kader Partai Gerindra dan tokoh nonpartai.

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu, pilihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan menghadapi Pilpres 2029.

Sosok yang dipilih juga dapat berpengaruh terhadap arah kekuatan politik Gerindra menjelang Pemilu 2034.

“Menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra, atau tokoh nonpartai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja,” kata Hensat dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Rabu (16/9/2026).

Tiga Nama dari Kalangan NonpartaiUntuk opsi nonpartai, Hensat menyebut sejumlah nama yang menurutnya berpotensi masuk dalam pertimbangan Prabowo.

Mereka adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Hensat secara khusus menyinggung posisi Listyo Sigit yang hingga kini masih dipercaya sebagai Kapolri.

Menurut dia, posisi tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa nama Listyo Sigit layak diperhitungkan dalam bursa.

“Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Teddy disebut memiliki modal berupa kedekatan dan loyalitas kepada Prabowo.

Adapun Amran dinilai mempunyai nilai politik karena kinerjanya sebagai Menteri Pertanian mendapat apresiasi dari Presiden.

Nama-nama tersebut juga disebut dalam sejumlah pemberitaan yang mengutip pernyataan Hensat mengenai alternatif cawapres Prabowo pada 2029.

Kader Gerindra Masuk Bursa

Selain tokoh nonpartai, Hensat melihat kader Gerindra sebagai opsi lain yang dapat dipertimbangkan Prabowo.

Ia menyebut Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga disebut Hensat sebagai salah satu figur yang dapat diperhitungkan.

Basis massa Dedi menjadi salah satu modal politik yang menurutnya patut diperhatikan.

“Tokohnya kalau di Gerindra ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra, Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan juga bisa saja memilih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang basis massanya juga tak bisa dibilang kecil,” kata Hensat.

Hensat melihat keputusan mengenai calon wakil presiden tidak berhenti pada Pilpres 2029.

Menurut dia, pilihan tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap posisi Gerindra dalam menghadapi Pemilu 2034.

Jika Prabowo memilih kader Gerindra, Hensat menilai efek politik pemerintahan dapat lebih banyak mengalir kepada partai tersebut.

Sebaliknya, jika memilih figur dari partai lain, keuntungan politik berpotensi ikut dirasakan partai asal cawapres.

“Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain,” kata Hensat.

Menurut Hensat, pertimbangan tersebut membuat kader Gerindra atau figur nonpartai menjadi dua opsi yang dinilainya dapat dipertimbangkan Prabowo.

“Intinya, saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra,” ujarnya.

Ia menilai pemilihan figur dari partai lain dapat menciptakan konsekuensi politik berbeda karena partai asal tokoh tersebut juga berpotensi memperoleh keuntungan elektoral.

“Kalau memilih dari partai lain sama saja dia membesarkan partai orang lain yang nanti jika terpilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai,” kata Hensat.

Hingga saat ini, nama-nama tersebut masih sebatas figur yang disebut pengamat dalam pembahasan mengenai Pilpres 2029.

Belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Artikel terkait lainnya