DEMOCRAZY.ID – Politikus senior Amien Rais menyerukan agenda de-Jokowisasi sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali demokrasi di Indonesia.
Amien menilai gerakan tersebut penting untuk masa depan bangsa.
Seruan itu disampaikan melalui kanal YouTube Amien Rais Official, Rabu (16/9/2026).
“Kita hidupkan demokrasi. Tetapi de-Jokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa,” kata Amien.
Pendiri Partai Ummat itu kemudian menyampaikan kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ia menilai Jokowi merupakan politisi yang berbahaya karena, menurut pandangannya, memiliki ambisi politik yang tidak terbatas.
“Saya ingin mengingatkan Mas Jokowi, tentang bahaya politiknya yang move politik berbahaya,” ujar Amien.
Amien menilai Jokowi merupakan sosok yang terus berupaya mempertahankan dan memperluas pengaruh politiknya.
Ia menggambarkan Jokowi sebagai politisi yang, menurutnya, tidak memiliki batas dalam mengejar kekuasaan.
“Jokowi adalah sosok politisi yang lapar dan haus kekuasaan tanpa batas,” imbuhnya.
Amien bahkan menyebut Jokowi tidak akan berhenti mengejar kekuasaan hingga akhir hayat.
“Dalam konteks ini, Jokowi saya yakin sosok yang tidak pernah berhenti mengejar kekuasaan, kecuali kalau nanti sudah makan tanah,” tuturnya.
Dalam pernyataannya, Amien juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai ambisi Jokowi untuk tetap memiliki kendali terhadap politik Indonesia.
Ia menggunakan istilah “pokoknya” untuk menggambarkan sikap politik Jokowi yang menurutnya selalu berorientasi pada pencapaian ambisi politik.
“Jokowi memegang teguh ilmu pokoknya, pokoknya saya harus tetap mengendalikan Indonesia,” kata Amien.
Amien kemudian mengaitkan pandangan tersebut dengan posisi keluarga Jokowi dalam politik.
“Pokoknya anak saya harus berada di puncak tiran kekuasaan. Pokoknya dengan segala cara, halal atau haram tujuan politik saya harus tercapai,” pungkasnya.