DEMOCRAZY.ID – Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid diduga kuat terlibat suap Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon.
“Mengapa Nusron Wahid Bisa Diduga Kuat Terlibat dalam OTT KPK Soal HGB Summarecon?” kata Romli dikutip dari unggahannya di X, Senin (21/9/2026).
Romli menyebut tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak empat orang merupakan orang kepercayaan Nusron.
“Kata KPK: 4 dari 8 tersangka OTT adalah orang kepercayaan Nusron,” ucapnya.
Selain itu, salah satu tersangka, Arif Sugiyanto, mengatakan uang yang disita KPK di rumahnya milik Nusron.
“Kata Arif Sugiyanto uang yang disita dari rumahnya milik Nusron,” ujar Romli.
Di sisi lain, menurutnya tidak mungkin jika uang suap ratusan miliar hanya untuk level dirjen atau kepala kantor pertanahan.
“Uang suap ratusan miliar tidak mungkin hanya untuk suap level dirjen atau kepala kantor pertanahan, itu level menteri,” ucapnya.
Dia pun berspekulasi Aparat Penegak Hukum (APH) yang menangani sudah masuk angin.
“Apa @KPK_RI masuk angin?” imbuhnya.
Sebelumnya, Nusron mengatakan menghormati proses hukum yang berjalan.
“Pertama kami menghormati apa yang diproses oleh Aparat Penegak Hukum dalam hal ini KPK,” kata Nusron kepada jurnalis, dikutip dari Instagram resmi ATR/BPN, Jumat (18/9/2026).
Dia mengatakan pihaknya akan membantu proses hukum yang sedang berjalan.
Selain itu berharap OTT yang terjadi menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya.
“Kami juga akan mengikuti, dan kami akan membantu proses yang ada di sini. Semoga dengan kejadian ini, ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR/BPN,” ungkap Nusron.
“Kita ikuti prosesnya ini, dan kami serahkan sepenuhnya ke KPK sebagai APH,” sambung Nusron.
Terkait layanan di ATR/BPN, dia mengatakan tidak ada gangguan.
“Insya Allah tidak terganggu. Kami minta tetap solid. Pelayanan tetap jalan. Peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan, kami kan sebelum ini memang sudah komitmen untuk itu, untuk melakukan beberapa inovasi,” pungkasnya.