Pratikno Disorot Tajam! Dituding Jadi ‘Otak’ di Balik Polemik Ijazah Jokowi, Ini Alasannya

DEMOCRAZY.ID — Pengamat politik Selamat Ginting menyoroti adanya tudingan yang dialamatkan kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang disebut-sebut oleh sebagian pihak sebagai otak di balik polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Tudingan tersebut muncul lantaran latar belakang Pratikno yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2012, sebelum akhirnya ditarik ke lingkaran istana dan diangkat oleh Jokowi menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada Oktober 2014.

Sorotan Isu Reshuffle dan Dampaknya pada Polemik Ijazah

Dalam pandangannya yang disampaikan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Selasa (18/8/2026), Ginting menyebutkan bahwa kedekatan historis tersebut menjadi dasar spekulasi publik.

“Ini Pratikno kan Mensesnek dulu sangat dekat gitu. Kemudian juga dia dituding sebagai dituding ya sebagai otak dari kasus ijazah Jokowi karena pernah menjadi rektor UGM,” ujar Ginting.

Lebih lanjut, Ginting mengungkapkan bahwa publik kini tengah menanti apakah wacana perombakan kabinet (reshuffle)—yang diisukan menyasar Pratikno serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di dalam Kabinet Merah Putih—akan berdampak langsung terhadap arah penanganan kasus ijazah tersebut.

Kendati demikian, ia menegaskan posisinya yang netral terhadap substansi keaslian dokumen itu sendiri.

“Karena ada kemungkinan kalau itu diganti kasus ijazahnya akan berbeda. Nah, saya tidak mengatakan palsu atau tidak palsu. saya enggak pedulilah itu gitu,” ucapnya.

Tanggapan Istana Terkait Isu Perombakan Kabinet

Menanggapi berbagai spekulasi dan isu politik yang berhembus mengenai perombakan kabinet, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan resmi.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk melakukan reshuffle terhadap Kabinet Merah Putih.

Prasetyo menjelaskan, apabila di kemudian hari terjadi pergeseran atau pengisian jabatan, fokus utama pemerintah bukanlah mengganti menteri yang sedang bertugas, melainkan mengisi sejumlah posisi strategis yang saat ini tengah kosong karena alasan tertentu.

“Sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Sekali lagi kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Artikel terkait lainnya