Refly Harun Kuliti Habis Polemik Ijazah Jokowi: Sebenarnya Ada Nggak Sih Yang Asli dan Original?

DEMOCRAZY.IDPolemik keabsahan dokumen akademik yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas di ruang publik.

Pakar hukum tata negara sekaligus kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, secara terbuka melontarkan keraguan mendasar terkait keaslian ijazah Jokowi yang sempat diperlihatkan dalam forum gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025 lalu.

Pertanyaan tersebut diungkapkan Refly dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Segera Disidang, Roy Siap?’ yang disiarkan di iNews, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai substansi persoalan bukan sekadar melihat dokumen fisik yang disodorkan, melainkan membuktikan apakah dokumen tersebut benar-benar merupakan ijazah asli atau produk reproduksi baru.

“Kita seolah-olah bicara yang namanya ijazah [Jokowi] yang ditunjukkan oleh gelar perkara khusus Polda Metro Jaya tanggal 15 Desember 2025 adalah ijazah yang asli, yang original, the question is ada gak ijazah yang asli dan original itu? Itu kan masalahnya,” ujar Refly.

Membongkar Teori Hegemoni dan Batas Hukum Administrasi

Lebih lanjut, Refly menyoroti posisi institusi pendidikan tinggi tempat Jokowi menimba ilmu, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia mempertanyakan independensi pihak rektorat dalam menghadapi bayang-bayang kekuasaan masa lalu, terutama ketika disandingkan dengan relasi kuasa di lingkaran Istana.

“Apakah ijazah itu baru direproduksi belakangan? Kalau kita kaitkan misalkan UGM sebagai pihak, teori hegemoni misalnya, apakah rektor UGM ketika orang ini [Jokowi] menjadi presiden, kemudian ada menteri sekretaris negara di sana, kemudian bisa mengatakan lain,” sentilnya.

Menurut pandangannya, sengketa keaslian dokumen kenegaraan semacam ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan hukum administrasi yang kaku.

Dibutuhkan uji materiil yang komprehensif untuk mengurai benang kusut di balik polemik yang terus menggelinding selama bertahun-tahun tersebut.

Harapan Sidang Kredibel Menghadapi “Kekuatan Super Dahsyat”

Menyongsong agenda persidangan kliennya, Roy Suryo, yang dikabarkan bakal membawa berbagai temuan baru dan senjata rahasia, Refly menegaskan pentingnya menjaga marwah peradilan agar berjalan secara transparan dan berani menegakkan kebenaran materil.

Ia tidak menepis bahwa pertarungan hukum yang sedang dihadapi tim pembela kliennya berada dalam medan yang tidak mudah, mengingat berhadapan langsung dengan jaringan kekuasaan besar dari mantan penguasa yang memiliki pengaruh luar biasa.

“Karena itu yang kita harapkan adalah pengadilan ini harus menjadi pengadilan yang kredibel, transparan, berani mengungkapkan hal yang sesungguhnya, dan tolong semua, kita commit pada kebenaran, bukan commit pada pembelaan,” tegas Refly.

“Yang kita hadapi ini adalah sebuah kekuatan besar, mantan penguasa, dengan kekuatan yang super dahsyat, yang bisa mengubah dan membuat suatu hal,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya