Bakal Jadi Barang Antik Paling Dicari? Uang Bertanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Kolektor!

DEMOCRAZY.ID – Lagi trend di jagat dunia maya uang rupiah bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai jadi buruan para penggemar numismatik.

Bukan karena nominalnya, melainkan karena tanda tangan Purbaya tercetak pada uang yang kini beredar di masyarakat.

Salah satu yang ditemukan adalah uang kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2022 dengan Tahun Cetak 2026.

Banyak netizen yang saling membagikan koleksi uang mereka yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa yang saat itu menjabat Menteri Keuangan bersama tanda tangan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Keberadaan uang tersebut menarik perhatian karena posisi kedua pejabat yang namanya tercantum di dalamnya kini tidak lagi menduduki jabatan sebelumnya.

Purbaya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah digantikan Suahasil Nazara pada 14 September 2026.

Sementara Perry Warjiyo juga telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 27 Juli 2026 lalu.

Temuan uang dengan kombinasi tanda tangan tersebut bahkan menjadi pembahasan di kalangan komunitas numismatik.

Sejumlah penggemar menyarankan agar uang tersebut disimpan, mengingat pergantian pejabat dapat membuat variasi tanda tangan pada cetakan berikutnya berubah.

“Yeayy punya 1 uang lembar 100rb yang ada ttd Pak Purbaya kemarin nyari-nyari aku,” kata netizen.

“Aku nemu di dompet punya 3 lembar kak, jadi saya mau buat jajan,” kata lainnya.

Meski demikian, munculnya tanda tangan Purbaya pada uang rupiah tidak serta-merta membuat uang tersebut menjadi langka atau memiliki harga jual tinggi.

Tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur BI memang merupakan bagian dari unsur pada uang rupiah kertas.

Pergantian pejabat yang tanda tangannya tercetak pada uang juga tidak otomatis membuat uang tersebut tidak berlaku sebagai alat pembayaran.

Dalam dunia numismatik, nilai sebuah uang koleksi tidak hanya ditentukan oleh siapa pejabat yang tanda tangannya tercetak.

Kondisi fisik, kelangkaan, variasi cetakan, nomor seri, jumlah uang yang beredar, serta permintaan kolektor menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi nilai koleksinya.

Artikel terkait lainnya