Kericuhan Nyaris Pecah! Aksi Unjuk Rasa BEM UI Diwarnai Ketegangan dan Cekcok dengan Polisi di Kawasan Dukuh Atas

DEMOCRAZY.ID – Aksi demonstrasi oleh Badan Ekskeutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sempat diwarnai cekcok dengan seorang polisi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Kronologi bermula ketika seorang polisi menghampiri sebuah mobil berwarna hitam sekitar pukul 14.04 WIB.

Lalu, polisi tersebut terlihat berteriak ke dalam mobil. Diduga teriakan tersebut ditujukan kepada pengemudi mobil tersebut.

Pada momen yang sama, beberapa mahasiswa UI termasuk Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra ikut melerai polisi tersebut.

Polisi itu pun sempat ditarik oleh mahasiswa menjauh dari mobil tersebut. Selanjutnya, dua polisi lalu datang ke lokasi kejadian.

Salah satu polisi yang datang, yaitu Kombes Reynold E.P. Hutagalung.

Para mahasiswa yang marah pun lantas berteriak ke arah polisi yang menggeruduk mobil tersebut.

Baca juga: Alasan 21 Orang Diamankan Jelang Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Bawa Petasan, Tujuan Masih Didalami

Kombes Reynold pun tak luput dari teriakan para mahasiswa.

“Kita dengerin Bapak! Kita dengerin Bapak! Urusi tuh anak buahnya!” ucap Fathimah kepada Reynold.

Reynold pun lantas mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf atas sikap dari anak buahnya tersebut.

“Saya tanggung jawab! Saya tanggung jawab!” jawab Reynold.

Cekcok terjadi diduga akibat aksi demonstrasi membuat kemacetan.

Hal itu diketahui berdasarkan pernyataan Reynold di lokasi demonstrasi.

“Jangan mengganggu ketertiban umum!” kata Reynold.

Reynold pun menegaskan kepada para peserta aksi bahwa pihaknya akan tetap menjaga demonstrasi.

Namun, dia ingin agar aksi tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Saya akan memberikan rasa aman. Tolong mengerti. Silahkan kalian menyampaikan aspirasi, kami akan menjaga,” katanya.

Hanya saja, peserta aksi menyayangkan adanya dugaan insiden penyerangan yang dilakukan oleh salah satu polisi.

“Memberikan rasa aman tetapi dengan menyerang kami?” kata salah satu massa.

Setelah itu, beberapa polisi langsung membuka jalan agar para pengendara bisa melewati jalan tersebut.

Sementara, aksi demonstrasi kembali dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari UI.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih terus dilakukan.

8 Tuntutan BEM UI

Pada aksi kali ini, BEM UI menyuarakan delapan tuntutan yang mencakup soal permasalahan ekonomi, korupsi, reforma agraria, hingga adanya keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Selengkapnya berikut delapan tuntutan yang dimaksud:

  1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
  8. Menghentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menuturkan bahwa demonstrasi merupakan momentum utnuk mempertanyakan kondisi masyarakat di tengah momen HUT ke-81 RI.

“Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?” tuturnya, Selasa.

Yatalathof mengatakan bahwa kemerdekaan saat ini tidak sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Menurutnya, kedaulatan rakyat hingga saat ini belum terwujud.

Yatalathof juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum sepenuhnya berpihak untuk kepentingan rakyat.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya,” katanya.

Artikel terkait lainnya