Gelombang Protes Menggila: Buruh Makassar Turun Jalan Tuntut Prabowo-Gibran dan Ketua MA Lengser Sekaligus!

DEMOCRAZY.ID – Suasana aksi unjuk rasa di Flyover Jalan AP Pettarani, Makassar, memanas pada Kamis (27/8/2026).

Massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) Kota Makassar turun ke jalan dengan membakar ban bekas sebagai bagian dari aksi mereka.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang tengah berlangsung di Jakarta.

Selain menyuarakan solidaritas, massa buruh juga membawa sejumlah persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Mulai dari pendidikan, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan perpajakan.

Pendidikan hingga Kelangkaan BBM Jadi Fokus Utama

Ketua Serikat Pekerja Maritim Indonesia Makassar, Fikasianus Icang, mengatakan aksi tersebut merupakan respons terhadap berbagai persoalan nasional yang menjadi perhatian kalangan buruh.

“Terkait dengan aksi ini, kita merespons perjuangan kawan-kawan yang ada di Jakarta. Ada beberapa isu yang tersebar di media sosial dan kami di Kota Makassar menanggapi positif perjuangan itu,” ujar Fikasianus di sela-sela aksi.

Dijelaskan Fikasianus, persoalan pendidikan menjadi salah satu isu yang turut mereka soroti.

Ia menilai kualitas pendidikan saat ini mengalami kemunduran.

Selain itu, kelangkaan BBM juga disebut memberikan tekanan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya pekerja.

“Kami setengah mati mencari bahan bakar untuk dipakai aktivitas sehari-hari. Terjadi kemacetan di mana-mana akibat dampak kelangkaan BBM,” sebutnya.

Harga Pangan hingga Pajak Turut Dipersoalkan

Tidak hanya BBM dan pendidikan, massa buruh juga menyinggung persoalan harga bahan pokok dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dinilai semakin membebani masyarakat ketika tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan yang memadai.

Fikasianus mengatakan kondisi tersebut sangat dirasakan oleh pekerja dengan penghasilan rendah.

Kebijakan perpajakan juga menjadi salah satu hal yang mereka persoalkan.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

“Kalau harga naik, apalagi upah buruh tidak menentu, yang hanya satu atau dua juta per bulan, tentu ini sangat kami soroti,” imbuhnya.

Desak Lima Pejabat Negara Mundur

Dalam aksi tersebut, massa FSPMI Kota Makassar juga menyampaikan tuntutan politik.

Mereka mendesak sejumlah pejabat negara untuk melepaskan jabatannya.

Salah satu tuntutan yang paling mencolok adalah desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.

Selain Presiden dan Wakil Presiden, massa juga meminta Ketua DPR RI, Kapolri, Jaksa Agung, serta Ketua Mahkamah Agung mundur.

Lima tuntutan yang disampaikan massa yakni:

  1. Mendesak Prabowo-Gibran mundur dari jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI.
  2. Mendesak Ketua DPR RI mundur dari jabatannya.
  3. Mendesak Kapolri mundur dari jabatannya.
  4. Mendesak Jaksa Agung RI mundur dari jabatannya.
  5. Mendesak Ketua Mahkamah Agung RI mundur dari jabatannya.

Artikel terkait lainnya