DEMOCRAZY.ID – Penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono menyebut situasi sulit saat ini dihadapi oleh Geng Solo.
Geng Solo yang dimaksud adalah mantan Presiden Joko Widodo dan pendukungnya, dengan beberapa masalah dan sorotan ditujukan kepadanya.
Lewat salah satu cuitan di akun media sosial X pribadinya, Bambang Mulyono menyebut dugaan ijazah palsu Jokowi dan ijazah SMA Gibran jadi masalah besar.
Ia mengatakan ada dugaan dan permasalahan yang dihadapi ini membuat Geng Solo disebutnya jadi sorotan dan pukulan telak.
โDugaan ijazah palsu Jokowi dan ijazah SMA Gibran jelas pukulan telak Genk Soloโฆ.,โ tulis Bambang Mulyono dikutip Rabu (9/9).
Menghadapi situasi dan sorotan ini, Bambang Mulyono mengatakan kepanikan tentu dihadapi oleh pihak Geng Solo.
Apalagi, saat isu ini disebutnya sudah masuk dan melangkah jauh ke jenjang pengadilan.
โKepanikan udah terjadi sejak masuk di pengadilanโฆ,โ sebutnya.
Karena masalah ijazah palsu Jokowi dan ijazah SMA Gibran ini disebut akan jadi batu sandungan Geng Solo saat menghadapi Pilpres 2029.
โTsunami ijazah Jokowi dan Gibran akan mengganjal Gibran maju di pilpres 2029โฆ,โ terangnya.
๐๐
Dugaan ijazah palsu Jokowi dan ijazah SMA Gibran jelas pukulan telak Genk Solo….
Kepanikan udah terjadi sejak masuk di pengadilan…
Tsunami ijazah Jokowi dan Gibran akan mengganjal Gibran maju di pilpres 2029…
pic.twitter.com/gR8QuO7wBF
โ Demokrasi Rasa Nepotisme (@Bambangmulyonoo) September 9, 2026
Situasi saat ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan status Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
Presiden ke-7 RI itu tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan dinyatakan lulus pada 1985.
UGM menyebut status tersebut didukung oleh berbagai dokumen dan rekam jejak akademik yang tersimpan di universitas.
Namun, UGM tidak akan membuka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maupun rincian nilai akademik Jokowi kepada publik.
Kampus menilai informasi tersebut merupakan data pribadi yang wajib dilindungi kerahasiaannya.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, mengatakan pihak kampus perlu memberikan penjelasan karena nama UGM ikut terseret dalam polemik mengenai ijazah Jokowi.
“Ketika nama UGM dikaitkan pihak kampus tidak mungkin tidak menyampaikan kepada publik seolah tidak tahu. Paling tidak kita dudukkan masalahnya agar tidak ada spekulasi berlebihan,” ujar Arie seperti dikutip dari situs resmi UGM, Rabu (9/9/2026).
Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana terus memberikan update terkait sayembara yang diadakannya.
Sayembara untuk mencari tahu wujud asli dari ijazah SLTA/SMA Sederajat Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan terbuka untuk siapa pun yang bisa menunjukkannya
Dalam update terbarunya melalui cuitan di akun X pribadinya, Denny Indrayana mengungkap total hadiah untuk Sayembara ini sudah mencapai Rp10 miliar.
Dan kini arah perjuangannya masih terus berlangsung, Denny mengaku perjuangan ini diteruskan dan dibawa ke Mahkamah Kontitusi (MK).
Saatnya kita yakinkan Mahkamah, bahwa tidak boleh syarat pendidikan juga diakali sebagaimana syarat umur dikadali,โ tulis Denny Indrayana dikutip Selasa (8/9).
Ada harapan dari pihaknya agar Mahkamah Konstitusi bisa berkenan dan mengembalikkan marwah dan wibawa Indonesia sebagai negara hukum.
โSemoga 9 Negarawan di Mahkamah Konstitusi berkenan mengembalikan Marwah dan Wibawa Negara Hukum Republik Indonesia,โ tuturnya.