Guru Besar Unair Soal Gibran Diduga Tak Punya Ijazah: Bisa Terganjal Total di Pilpres 2029!

DEMOCRAZY.IDGuru Besar Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto menyebut Gibran Rakabuming berpotensi tak bisa mencalonkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Hal tersebut seiring temuan Bonatua Silalahi, yakni Gibran tak punya ijazah dan dokumen penyetaraan ijazah SMA. Padahal merupakan prasyarat calon presiden dan calon wakil presiden.

“Dengan temuan Bonatua Silalahi dan kawan-kawan, tahun 2029 Gibran bisa terganjal, jika ada kekuatan besar yang mempermasalahkan kasus ijazah tersebut secara hukum dan politik,” kata Henri dikutip dari unggahannya di X, Rabu (26/8/2026).

Sementara itu, menurutnya Kaesang Pangarep dinilainya tak bisa menggantikan sosok Gibran. Sekalipun dia Ketua Umum PSI.

“Padahal kalau sampai Gibran terganjal, Kaesang sebagai yunior dinasti politik Jokowi, belum tentu mampu menggantikan posisi strategis kakaknya,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia melihat politik di Indonesia sulit diprediksi. Arah politik mudah mengubah.

“Politik di negeri ini memang ruwet dan unpredictable. Perubahan arah politik secara drastis bisa terjadi sewaktu-waktu, akibat akrobat elit politik dalam berebut kekuasaan,” ungkapnya.

Sementara itu, dia melihat para elit tak mementingkan rakyat.

“Sayangnya para elite politik itu lebih banyak tidak peduli dengan kepentingan rakyat luas yang mengharapkan keadilan, kesempatan yang sama, dan kesejahteraan,” ucapnya.

“Bagi politisi, kepentingan rakyat itu hanya hiasan komunikasi mereka, tapi bukan tujuan utama,” sambung Henri.

Henry melihat para politisi saat ini hanya ingin berkuasa. Sehingga siapapun presidennya, orientasinya sama.

“Tujuan utama para politisi itu hanya satu, yaitu berkuasa. Presiden yang katanya sukses pun sama saja, orientasi utamanya juga berkuasa,” ujarnya.

Sementara itu, kinerja para politisi masih jauh dari harapan.

“Sedang kinerja dan kebijakannya masih jauh, atau tidak memenuhi harapan rakyat luas. Benar gak? Bagaimana pendapat Anda?” pungkasnya.

Yang perlu dicari tahu, bukti awal. Apasih yang dipakai mendaftar. Ijazah atau setara ijazah.

Karena isunya yang dipakai surat keterangan pengetahuan setara SMA.

Temuan Bonatua Silalahi

Diberitakan sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi menegaskan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tak punya ijazah setara SMA.

Hal tersebut diungkapkan Bonatua dalam talkshow yang diunggah di YouTube Official iNews.

Mulanya, dia menceritakan bagaimana dirinya mendapat surat keterangan ijazah SMA Gibran,

“Per November tahun lalu, itu bersidang di KIP, karena diminta baik-baik ngak dikasih,” kata Bonatua dikutip Senin (24/8/2026).

Saat itu, dia menceritakan, dirinya tidak diberi karena alasan privasi.

Saat sidang Komisi Informasi Publik (KIP) pada Maret 2026, dia menang.

Di titik itulah dia menyadari ijazah SMA Gibran tak ada.

“Uniknya, di sini ternyata benar, beliau tak punya ijazah,” terangnya.

Di surat keterangan yang dimiliki Gibran, disebutkan dirinya dinyatakan punya kemampuan setara SMK jurusan manajemen. Tapi bukan pernyataan kesetaraan ijazah.

Sementara itu, syarat pendaftaran Calon Wakil Presiden ialah surat pernyataan kesetaraan ijazah.

“Yang disetarakan di sini itu kemampuannya. Sementara di dalam aturan, yang disetarakan itu ijazah. Bukan kemampuannya,” ujarnya.

“Kalau menurut ini, kemampuannya disetarakan, dan sangat subjektif kalau kemampuannya,” sambungnya.

Bonatua pun mengaku sempat meminta notulensi penyetaraan tersebut.

“Yang kuminta di sini notulensi, bagaimana ceritanya bisa disetarakan kemampuan beliau,” imbuhnya.

Namun dokumen yang dia diminta ternyata tidak ada.

“Mana dasar-dasar menilainya sehingga bisa dikeluarkan. Ternyata tidak ada dokumennya,” terangnya.

Karenanya, dia berkesimpulan dokumen pernyataan kesetaraan ijazah Gibran dikeluarkan tak sesuai prosedur.

“Kalau ini nggak ada, tiba-tiba ini keluar berarti salah. Prosedurnya diskip. Ini jadi masalah,” pungkasnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya