Intimidasi Hukum di Balik Layar! Guru Besar Unair Sorot Tajam ‘Kriminalisasi’ Eks Wakapolri Oegroseno Usai Bela Roy Suryo dan dr. Tifa

DEMOCRAZY.ID – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) sekaligus pakar komunikasi, Henri Subiakto, memberikan peringatan.

Peringatan itu disampaikan melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya terkait dugaan kriminalisasi yang dialami mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

“JANGAN KRIMINALISASI MANTAN WAKAPOLRI YANG KRITIS,” tulisnya.

Henri mengatakan Oegroseno merupakan tokoh nasional yang dikenal sangat kritis, berani, dan memiliki gaya hidup sederhana.

“Komjen Pol (Purn) Oegroseno itu tokoh nasional yang kritis, berani, dan hidup sederhana,” jelasnya.

“Oegro dikenal tegas dan berintegritas tinggi. Ia pernah dicopot sebagai Kapolda Sulawesi Tengah karena menolak perintah eksekusi mati Tibo cs pada 2006 yang ia anggap sebagai korban kriminalisasi. Kariernya juga pernah menjabat sebagai Kadiv Propam hingga Wakapolri,” ungkapnya.

Di masa pensiunnya, Oegroseno dikenal aktif menyampaikan pendapat-pendapat kritis terhadap pemerintah.

Ia kemudian menjadi saksi ahli untuk Roy Suryo dan dr. Tifa (Tifauzia Tyassuma) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Belakangan, Oegroseno setelah pensiun aktif dan kritis terhadap pemerintah. Ia menjadi saksi ahli untuk Roy Suryo dan dr. Tifa (Tifauzia Tyassuma) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik/fitnah terkait ijazah Jokowi yang ditangani Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Menurut Henri, sejak itulah Oegroseno diduga menjadi target kriminalisasi, bahkan oleh junior-juniornya di institusi kepolisian.

Salah satu bentuk dugaan kriminalisasi tersebut, kata Henri, adalah pengusutan dugaan korupsi pembelian tanah Lembaga Pendidikan Polri yang terjadi sekitar 15 tahun lalu.

“Karena sikapnya yang terlalu vokal dalam banyak hal, ia pun dijadikan target kriminalisasi oleh junior-juniornya dari kepolisian,” paparnya.

“Ada pengusutan dugaan korupsi pembelian tanah Lembaga Pendidikan Polri 15 tahun yang lalu di Bandung,” terangnya.

πŸ‘‡πŸ‘‡

Artikel terkait lainnya