Jusuf Kalla Akui Hubungan dengan Jokowi Mungkin ‘Renggang’ Gegara Masalah Ini!

DEMOCRAZY.ID — Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali menjadi guncangan di tengah pusaran skandal ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

JK secara jujur mengakui bahwa hubungannya dengan Jokowi kini berada di titik renggang akibat pertanyaannya yang menantang Istana Solo untuk memperlihatkan dokumen asli ijazah ke hadapan publik.

Pengakuan mengejutkan tersebut diungkapkan JK saat berbincang bersama Johan Budi dalam tayangan The Johan Budi Podcast.

Meski JK mengklaim percayanya pada keaslian ijazah tersebut, desakannya agar dokumen itu ditunjukkan justru kian menyudutkan posisi Jokowi yang selama ini bergeming.

Logika Sederhana JK yang Membakar Istana Solo: Kenapa Tidak Mau Ditunjukkan?

JK membeberkan bahwa pandangannya berbeda dengan Roy Suryo yang menyatakan ijazah Jokowi palsu.

JK mengklaim pertanyaannya sebenarnya merupakan upaya membela Jokowi agar tuduhan publik segera berakhir.

“Kalau Roy Suryo mengatakan bahwa palsu, saya mengatakan tidak. Saya justru membela Jokowi sebenarnya,” kata JK.

Namun, JK mengaku heran lantaran pihak Jokowi justru merespons panas dan menggelar konferensi pers pertahanan diri.

Ketika Johan Budi berdalih bahwa narasi media sosial dipenuhi hoaks, JK melontarkan pertanyaan tajam yang menelanjangi ketakutan kubu mantan presiden tersebut.

“Kenapa tidak mau ditunjukkan?” tegas JK menguliti kejanggalan sikap Jokowi yang enggan membuka fisik ijazah aslinya.

Pengakuan Renggangnya Hubungan dan Amarah JK Atas Tuduhan Rp5 Miliar

Pertanyaan sederhana namun mematikan itu diakui JK berimbas langsung pada hubungan personalnya dengan Jokowi.

Saat membandingkan hubungannya yang tetap harmonis dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto, JK tak menampik adanya jarak dingin yang kini membentang antara dirinya dan Jokowi.

Memanasnya situasi ini diperparah oleh munculnya fitnah yang menuding JK mengucurkan dana sebesar Rp5 miliar kepada Roy Suryo untuk menggoyang ijazah Jokowi.

JK membantah keras tuduhan busuk tersebut dan mengambil langkah tegas mempolisikan sang penyebar fitnah, Rismon Hasiholan Sianipar, ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

“Menuduh saya macam-macam. Saya marah juga, sehingga saya adukan ke polisi,” seru JK.

Sikap terus terang JK ini kian memperjelas betapa rapuhnya benteng pertahanan kubu Jokowi.

Logika dasar JK menantang transparansi dokumen justru memicu keretakan elit dan mempertegas kecurigaan publik: jika ijazah tersebut benar-benar asli, mengapa harus takut ditunjukkan ke hadapan rakyat?

Artikel terkait lainnya