Ubedilah Badrun: Republik Ini Sedang Dililit Krisis dan Kesulitan Ekonomi yang Sangat Dahsyat!

DEMOCRAZY.ID – Hadir di kota Makassar, Analis sosial politik, Ubedilah Badrun mengulas persoalan korupsi yang menjadi salah satu gambaran penting dalam membaca kondisi Republik Indonesia saat ini.

Hal ini diungkapkan Ubedillah saat menjadi narasumber dalam diskusi publik yang digelar di Hotel Mercure, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (25/9/2026).

Diskusi publik tersebut bertajuk, ‘Indonesia Memanggil: Konstitusi Dikorupsi, Patronase Oligarki, dan Bahaya Senjata Hukum Beracun RUU Perampasan Aset’.

Ubedilah bahkan menggunakan istilah ‘Republik Konoha’ untuk menggambarkan situasi tersebut.

“Sebenarnya banyak ilmuwan yang menemukan diksi-diksi menarik, atau mungkin teori untuk menggambarkan Republik Konoha ini,” ujar Ubedilah.

Ubedilah Pakai Istilah Kleptokrasi

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, sejumlah ilmuwan telah mengembangkan teori untuk menjelaskan hubungan antara korupsi dan sistem kekuasaan.

“Karena tadi Prof. Denny menyinggung korupsi, wajah Republik ini memang wajah kleptokrasi. Ia kemudian menyebut nama Stanislav Andreski sebagai salah satu ilmuwan yang pernah membahas korupsi dan kleptokrasi,” sebutnya.

Dijelaskan Ubedilah, kondisi tersebut dapat dilihat antara lain dari perkembangan Indeks Persepsi Korupsi.

Skor Indeks Persepsi Korupsi Tunjukkan Persoalan Besar

Ubedilah mengatakan skor Indonesia dalam indeks tersebut menunjukkan persoalan yang perlu menjadi perhatian.

“Kita tidak pernah melampaui skor 40. Skor 50 saja sudah merah, sekarang turun. Tahun lalu itu skornya 37, sekarang 34,” ucap Ubedilah.

Ubedilah tetap menilai angka tersebut sebagai gambaran serius mengenai persoalan korupsi di Indonesia.

“Itu mengindikasikan bahwa memang praktik korupsi merajalela,” tegasnya.

Klaim soal Triliunan Uang Rakyat

Ubedilah kemudian menyinggung persoalan korupsi dengan besarnya anggaran negara yang menurutnya berpotensi terdampak praktik korupsi.

“Lalu kita penasaran, berapa jumlah uang rakyat yang dikorupsi itu? Mengerikan angkanya 36 persen dari APBN,” Ubedilah menuturkan.

“Jadi, kalau APBN itu Rp3.000 triliun, itu hampir kurang lebih Rp1.000 triliun uang dikorupsi. Bukan 1.000 miliar ya, 1.000 triliun,” tambahnya.

Ubedilah juga mengutip informasi yang menurutnya pernah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai peredaran uang terkait korupsi.

“KPK pernah merilis suatu informasi bahwa dalam satu tahun ada uang peredaran korupsi itu Rp984 triliun,” terangnya.

Ia kemudian menilai persoalan korupsi tersebut sudah berada pada tingkat yang serius.

“Jadi, ini sudah parah korupsinya. Makanya benar kalau beberapa ilmuwan menyebutnya sebagai extraordinary crime, kejahatan yang sangat luar biasa,” sesalnya.

Ubedilah Kaitkan dengan PSN

Tidak berhenti di situ, Ubedilah juga bercerita mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada era pemerintahan Presiden Jokowi.

“Di era Jokowi, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dikorupsi 36 persen juga, yang pernah saya sebutkan Rp510 triliun,” ungkap dia.

Menurut Ubedilah, persoalan korupsi menjadi semakin serius ketika terjadi bersamaan dengan kesulitan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat.

“Itu uang, Pak, Bu, di tengah banyak penduduk Republik ini mengalami kesulitan ekonomi yang sangat dahsyat,” imbuhnya.

Ia mencontohkan kasus bunuh diri yang menurutnya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan penipuan daring.

“Tahun lalu, ada remaja bunuh diri di Sulawesi karena terjebak penipuan online. Itu faktor ekonomi. Dan hampir 80 persen angka bunuh diri di Indonesia yang terus naik itu adalah faktor ekonomi,” tandasnya.

Ubedilah kemudian mengkritik kesenjangan yang ia lihat antara kondisi masyarakat dengan perilaku elite kekuasaan.

“Jadi, di tengah orang banyak kesulitan ekonomi sampai mengalami depresi dan bunuh diri, elit kekuasaan pesta pora dengan korupsi yang ratusan triliun itu,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya